Breaking News

Desa Leu Dinilai Tim Provinsi NTB

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri saat Menyambut Tim Penilai Lomba Desa.

Bima, Berita11.com— Duta Kabupaten Bima, Desa Leu Kecamatan Bolo, Senin (8/5/2017) dinilai oleh tim penilai lomba desa Provinsi NTB yang dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTB, H Rusman SH, MH.

Kehadiran rombongan tim penilai disambut kepala Desa Leu Kecamatan Bolo, Muhammad Taufk, S.Ag bersama Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri dan Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer. Penyambutan ditandai pemotongan pita sebagai simbol selamat datang dan penyematan selendang dari kain sarung tenun khas Bima.

Setelah tim tiba, Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim  penilaian lomba desa yang terintegrasi Posyandu dan P2WKSS tingkat Provinsi NTB tahun 2017. Diharapkan tim menilai desa leu secara langsung.  

“Pada lomba desa tingkat Kabupaten Bima yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa telah berhasil keluar sebagai juara pertama yang menyisihkan 191 desa yang mengikuti lomba desa sehingga Desa Leu berhak mewakili Kabupaten Bima pada lomba desa tingkat Provinsi NTB,” katanya.

Sementara itu ketua tim juri  H.Rusman, SH, MH menyampaikan kedatangan tim dalam rangka ingin melihat secara langsung keadaan desa untuk dinilai. Metode penilaian melalui tanya jawab bersama kepala desa. Selain itu, pemeriksaan bidang tugas masing-masing.

“Sehingga kelayakan untuk mendapatkan peringkat pertama pada lomba desa tingkat provinsi NTB,” ujarnya.

Terkait indikator penilaian, kata dia meliputi bidang pendidikan, kesejahteraan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan-ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Delapan hal tersebut merupakan rujukan dalam upaya desa memfasilitasi kebutuhan masyarakat mencapai taraf hidup yang lebih baik.

“Dengan adanya indikator tersebut sebagai pra-syarat kami dalam rangka penilaian lomba desa terintegrasi ini sehingga dari situlah kami akan mengetahui apakah Desa Leu Kecamatan Bolo layak mendapatkan juara atau tidak,” katanya.

Kepala desa Leu kecamatan Bolo Muhamad Taufik, S.Ag memaparkan  tata kelola pemerintah desa yang dilaksanakan secara trnasparan, akuntabel, partisipatif, tertib dan disiplin sesuai ketentuan. Dari implementasi tata kelola tersebut Desa Leu mendapat apreasiasi dan penghargaan sebagai Desa Prospektif Penyelenggaraan Good Governance untuk tata pengelolaan keuangan desa tahun 2016 berdasarkan perspektif dari Kementerian Keuangan RI.

Selain itu, pada bidang kesehatan Desa Leu telah mendeklarasikan diri sebagai desa dengan konsep Open Defecation Free (ODF) pertama dan satu-satunya di Kabupaten Bima. Pencapaian itu diatensi Pemerintah Kabupaten Bima.

Sementara upaya dan keseriusan pada bidang pendidikan, pemerintah desa membuat kontrak kerja sama dengan pihak sekolah untuk mewujudkan pendidikan karakter dan mengontrol kepribadian generasi muda.

Bidang pemberdayaan, inovasi desa untuk penguatan ekonomi masyarakat tertuang pada usaha tenun tradisional masyarakat skala rumahan yang berkolaborasi dengan BUMDes. 
Tujuannya mengembangkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan perempuan untuk peningkatan pendapatan keluarga yang disenergikan dengan program P2WKSS.

“Batuan benang kepada kelompok masyarakat melalui BUMDES. Pemberian bantuan benang ini untuk menghasillan tiga lembar sarung, dimana dua lembar sarung itu untuk meningkatkan pendapatan kelaurga dan 1 lembar sarung dikembalikan ke BUMdes,” ujarnya.

Pemerintah Desa Leu juga mengadopsi pelayanan berbasis IT melalui pengadaan perangkat komputer dan jaringan internet dari APBDes. Untuk memaksimalkan potensi desa, pemerintah desa mengembangkan sistim informasi ke dalam jaringan berupa website desa.

“Mudah-mudahan apa saja yang telah kami lakukan, tim juri dapat melihat langsung keberadaan profil desa leu. Sehingga dari penilaian ini kedepanya desa leu kecamatan Bolo keluar sebagai juara pertama lomba desa tingkat Provinsi NTB,” harap. (ID)

No comments