Breaking News

Fron Petani Dompu Nilai Kasus K2 Sarat Politisasi untuk Jatuhkan Bupati HBY

Aksi Fron Petani Kabupaten Dompu Mendesak Penghentian Politisasi Kasus K2 Dompu/ RUL

Dompu, Berita11.com— Puluhan anggota Fron Petani Kabupaten Dompu menggelar aksi damai di taman kota Kabupaten Dompu, Kamis (18/5/2017) sekira pukul 11.12 Wita. Mereka menilai bahwa penanganan kasus CPNS K2 sarat kepentingan politik untuk menjungkal kepemimpinan Bupati Drs H Bambang M Yasin (HBY).

Aksi Massa Fron Petani Kabupaten Dompu dipimpin Muhammad Hasan. Massa menuntut semua pihak terkait agar tidak mengintervensi penegak hukum terkait penanganan kasus CPNS K2 Kabuapten Dompu yang hingga kini masih ditangani Polda NTB.

Selain itu, massa meminta tak ada unsur politis pada penanganan kasus tersebut. Karena selama ini Fron Petani Kabupaten Dompu merasa ada pihak yang sengaja menjatuhkan rezim Bupati HBY.

Massa juga Polda NTB agar profesional menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam proses kasus CPNS K2. Tidak menetapkan tersangka hanya lantara desakan dan intervensi pihak luar.

Menurut Muhammad Hasan,  masyarakat Dompu yang mayoritas petani merasakan secara langsung keutungan dan manfaat berbagai program Bupati HBY.  “Rezim HBY adalah rezim yang pro terhadap petani. Jadi sangatlah tidak sebanding kiranya ketika HBY ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus CPNS K2,” katanya saat orasi.

Dikatakan dia, jika  Bupati HBY ditetapkan sebagai tersangka kemudia ditahan,  maka hal akan mengakibatkan instabilitas di Kabupaten Dompu. Hal itu kontraproduktif  di tengah berbagai penghargaan yang dinobatkan pemerintah pusat terhadap kepemimpinan Bupati HBY.

“Yang sejatinya berhasil mengubah perekonomian masyarakat Dompu kemudian digagalkan karena kepentingan berbagai pihak yang ingin mencoba melengserkan HBY,” katanya.

Muhammad Hasan yakin jika proses hukum yang membelit Bupati HBY saat ini mempengaruhi stabilitas daerah. Untuk itu, pihaknya berharap agar Kapolda NTB dan para penyidik tak terpengaruh oleh intervensi dan manuver berbagai pihak yang ingin menjatuhkan HBY.

“Maka itu melalui gerakan tanda tangan sejuta masyarakat Dompu sebagai langkah awal dalam mengawal prosese hukum ini,” kata Hasan.

Saat aksi berlangsung, massa menyampaikan petisi  kepada Kapolri dan Presiden RI agar segera menindaklanjuti tuntutan masyatakat petani Dompu. Masyarakat Dompu juga diminta  sama-sama mengawal proses hukum serta memperjuangkan kepentingan pihak petani.

Massa kemudian membubuhkan tandatangan sebagai bentuk dukungan kepada Bupati HBY dan proses hukum tanpa politisasi. 

Seperti diketahui sebelumnya, Bupati Dompu, HBY ditetapkan oleh Polda NTB sebagai tersangka terkait kasus CPNS K2 Kabupaten Dompu. Hal tersebut pun diakui HBY. (RUL)



No comments