Breaking News

GBRM Gelar Aksi di Depan Kantor Desa Matua

Aksi Massa di Depan Kantor Desa Matua Kabupaten Dompu, Selasa (16/5/2017) | Syahrul

Dompu, Berita11.com— Puluhan orang yang tergabung dalam massa Gerakan Bersama Rakyat Matua (GBRM) menggelar aksi di depan kantor Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Selasa (16/5/2017) pagi. Massa mendesak kepala desa setempat, Muslim Gunawan agar mundur dari jabatannya.

Massa GBRM yang dipimpin Eko Permadi dan Ardiansyah mendesak Kades Matua segera mencabut Surat Keputusan pengangkatan dua perangkat desa karena dinilai cacat hukum.
Selain itu, massa juga mendesak penjelasan terkait pantiai penjaringan aparatur desa yang dibentuk Kades. Massa juga mendesak Kades agar menyampaikan penjelasan terkait pungutan Rp250 ribu pada program pemasangan listrik gratis tahun 2015.

“Selain masalah keuangan masih banyak kejahatan, kezoliman, keserakahan, kesewenang wenangan serta kebohongan yang di diduga dilakukan oleh kepada kepala desa,” sorot Ardiansyah.

Ardiansyah juga menuding Kades menyalahgunakan kewenangan dan jabatan untuk memperkaya diri.

Bagaimana respon Kades Matua terkait tudingan massa? Muslim Gunawan menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran seperti yang dituding massa. Soala perekrutan perangkat desa juga sudah sesuai dengan peraturan atau mekanisme.

Mengenai sorotan penarikan biaya pemasangan listrik gratis sudah sesuai kesepakatan. “semata-mata untuk biaya makan dan minum tim-tim dari Mataram yang turun survei di lokasi lokasi desa ini,” jelasnya.

Soal penarikan biaya untuk sertifikat program nasional (Prona) menurutnya sudah sesuai kesepakatan dengan Badan Permusyawaratan Desa. Biaya itu meliputi pembelian materai dan kebutuhan lain untuk menyukseskan pelaksanaan Prona di desa.

Hingga pukul 10.36 Wita, massa terus melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Matua Kabupaten Dompu. Aksi massa dikawal puluhan aparat kepolisian. (RUL)

No comments