Breaking News

Hadapi Lomba Desa Tingkat Provinsi, Desa Leu Mantapkan Peran Tim Lokal

Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag saat Menyambut Tim Penilai Beberapa Waktu Lalu.


Bima, Berita11.com— Usai meraih juara pertama dan menjadi duta Kabupaten Bima pada lomba desa tingkat Provinsi NTB tahun 2017, Pemerintah Desa Leu Kecamatan Bolo makin menggenjot persiapan. Salah satunya memantapkan peran tim lokal yang ada di desa.

“Kita sudah gelar rapat pemantapan bersama seluruh tim lokal lomba desa. Tujuannya memaksimalkan peran dan pelayanan mereka. Hal itu sangat penting dalam menghadapi lomba desa tingkat provinsi,” kata Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S. Ag Kepada Berita11.com di Desa Leu, Rabu (3/5/2017).

Ia menjelaskan saat rapat pemantapan, tim lokal diberi arahan dan tambahan wawasan oleh pemateri berkompeten mengenai tata kelola bidang-bidang penilaian lomba desa. Sehingga dengan bekal tersebut tim lebih maksimal memberdayakan potensi sumber daya di desa. Rapat juga dimanfaatkan untuk mencari ide, inovasi dan kreasi dari masing-masing tim.

“Kami mencoba mencari gagasan-gagasan baru. Karena persaingan level provinsi cukup ketat. Inovasi dan penyederhanaan pelayanan pada masyarakat adalah salah satu wujud good governance kan,” ujar dia.

Selain itu, Taufik menuturkan hal lain yang dilakukan desa yaitu mengimplementasikan pelayanan berstandar sesuai ketentuan regulasi desa. Baik yang diatur dalam keputusan kepala desa maupun peraturan desa. Menurutnya, penekanan pelayanan dengan regulasi dapat berdampak positif terhadap pemahaman dan pola pikir masyarakat.

“Jadi semua layanan dan yang terkait dengan masyarakat dan pemerintah desa, itu harus punya payung hukum dalam bentuk regulasi lokal,” katanya.

Berikutnya kata dia, menggugah dan mengedukasi masyarakat agar terbiasa berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kesadaran pemanfaatan sanitasi secara total serta pengelolaan sampah yang tepat menjadi fokus pada bidang lingkungan hidup. Tim Penggerak PKK akan berperan membantu masyarakat mendaur ulang sampah menjadi barang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Pada sektor UKM, Desa Leu akan menonjolkan hasil kerajinan masyarakat berupa tenunan Daerah Bima bermotif khas desa setempat. Keberadaan kelompok UKM diintegrasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga diharapkan dapat menekan inflasi di desa.

“Masyarakat yang bergerak pada UKM kita berdayakan melalui BUMDes. Mereka yang memasarkan dan yang subsidi bahan benangnya. Hasil kerajinan tidak langsung dibayar oleh BUMDes. Tunggu laku dijual dulu baru dapat dibayar pada pemilik,” katanya.

Penilaian lomba desa tingkat Provinsi NTB akan dilaksanakan pada delapan Mei mendatang. Taufik optimis dengan tata kelola dan pelayanan yang diterapkan, Desa Leu mampu mengulang keberhasilan seperti pada tingkat Kabupaten Bima.

“Apa yang tersaji dan diperjuangkan secara administrasi dan fisik adalah bentuk keseriusan kita. Tidak hanya untuk lomba, tapi lebih utama untuk desa dan masyarakat. Keyakinan kita pemerintah bersama masyarakat, Insya Allah kami bisa meraih juara,” tandasnya. (ID)

No comments