Breaking News

HBY: Cerita soal Bupati Dompu Berakhir Dipenjara harus Dilawan!

Bupati HBY saat Diwawancarai Wartawan Usai Harkitnas.

Dompu, Berita11.com— Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin (HBY) meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) berhenti berspekulasi tentang status tersangka yang disandangnya sepekan terakhir. Menurutnya, cerita soal Bupati Dompu bakal berakhir dipenjara harus dilawan.

Penegasan itu disampaikan HBY saat memimpin upacara hari kebangkitan nasional (Harkitnas), di lapangan Beringin Dompu, Senin (22/5/2017).

“Anda sebagai pegawai negeri dan birokrat. Saya minta Anda tidak terjebak dengan kepentingan-kepentingan segelintir orang dan mempertaruhkan nama baik daerah ini. Anda mau bersama saya mengamankan dan membangun daerah ini,” ajak HBY.

Mantan pengusahan di Kalimantan ini lebih senang jika setiap orang termasuk ASN membahas progres pembangunan Kabupaten Dompu. “Anda pasti sudah tahu semuanya tentang saya. Dan urusan itu, saya tidak ingin mengurusnya karena sudah saya serahkan kepada penasehat hukum,” tegas HBY.

Diingatkannya, saat ini Kabupaten Dompu dikenal karena berbagai prestasi (kebaikan). “Saya manusia dan tidak lebih dari itu. Saya punya perasaan, anak, istri dan punya keluarga. Apa yang menimpa saya saat ini adalah ujian,” katanya.

Soal status tersangka yang disandannya, HBY menyikapinya secara biasa. Menurutnya, itu karena dia adalah pemimpin, bukan pimpinan. Karena seorang pemimpin tak boleh cengeng.

“Sekali lagi saya katakan, pemimpin tidak boleh cengeng dan saya minta Anda mendukung saya. Saya tidak perlu mengatakannya di facebook,  whatsApp dan lainya karena semuanya sudah jelas,” ujarnya.

HBY mengungkapkan ada orang yang mencukur rambut karena merasa telah sukses mengatar dirinya ke penjara. Bahkan ada yang sampai melaksanakan syukuran. Lebih dari itu, beberapa orang bersepakat bertemu di tempat khusus merayakan perjuangan mereka selama delapan bukan terakhir.

“Alhamdulillah hirobil’allamin, setelah saya mengetahui semuanya, saya menjadi mau balik ke sini. Saya kemarin memang sakit dan sakitnya luar biasa karena apa yang dilaporin oleh orang selama ini, saya tidak pernah mau menghiraukanya. Karena itu sekali lagi, bukan karena saya. Tapi Karena daerah ini dan kepentingan seluruh orang Dompu kita harus bersatu melawan,” ungkapnya.

HBY mengingatkan ASN bahwa  hidup hanya menunggu giliran.Tuhan sudah memastikan orang hanya akan menerima balasan dari setiap perbuatannya. “Tentang urusan saya, saya sangat bersyukur kepada Allah dan saya pastikan tidak menerima uang satu sen pun dari para K2. Kalau saya terima uang satu sen pun, saya jamin bahwa saya tidak memiliki keberanian untuk berdiri di sini pada hari ini,” katanya.

Ia mengaku, perusahaan miliknya di Balikpapan Kalimantan beberapakali gagal karena uang digunakannya saat Pilkada.

“Saya melakukan hal itu karena saya mencintai daerah ini lebih dari segala-galanya. Saya dilahirkan disini (Dompu) dan saya tidak ingin daerah ini terus menjadi galau, menjadi orang yang terpinggirkan dan menjadi orang yang dicuekin serta menjadi daerah yang tidak pernah diperhitungkan,” katanya.

Menurutnya, progres yang diraih Kabupaten Dompu saat ini merupakan kebesaran tuhan di bawah kepemimpinannya. Bahkan tiga pekan lalu Kabupaten Dompu menjadi bintang di Nangroh Aceh Darussalam.

“Kalau Saya mau uang banyak kesempatan yang sudah terlewatkan. Para calon investor mempertanyakan, apakah kami bisa yakin dengan kondisi daerah Anda sekarang? Apakah kita mau untuk menyakinkan para investor untuk tetap disini (di Dompu),” katanya.

HBY menanggapi aksi solidaritas petani dan masyarakat Dompu yang mendukungnya. Menurutnya aksi itu muncul karena saat ini rakyat sedang berada pada posisi terbaik. Ketika sedang berpesat, tiba-tiba rakyat Kabupaten Dompu diusik dengan permasalahan yang dialami pemimpin yang membawa banyak perubahan.

“Saya minta silakan Anda bekerja, kalau kerjanya harus lebih giat lagi. Yang birokrat, politisi dan hukum silakan. Saya enam tahun menjadi bupati tidak pernah mengatur Kapolres, Ketua Pengadilan dan Kejaksaan karena saya tahu kami memiliki tugas masing-masing,” kata HBY.

Saat menyampaikan curahan isi hatinya ketika Harkitnas berlangsung, HBY juga menyindir sejumlah ASN di Kabupaten Dompu yang berlomba menjadi pejabat. Padahal beberapa di antaranya masih ada yang belum memenuhi syarat sudah meminta agar dipromosi.

Masalah permintaan ASN agar dipromosi kadang membuatnya dalam posisi dilematis. Misalnya memberikan jalan mulus untuk satu orang akan menimbulkan gesekan dengan peagwai lain. Saat ini saja jumlah pegawai di Kabupaten Dompu sebanyak 6.000 orang.  “Kalau saya bersikap kepada satu orang, bagaimana dengan yang 5999 orang itu,” katanya.

“Ini kandang-kandang pangkat dan golongan tidak memenuhi syarat minta dipromosi. Baru tiga bulan dipromosi minta dipromosi lagi. Jangan-jangan ini pegawai negeri ini tidak pernah lihat undang-undang ASN,” ungkapnya.

“Kerakusan” beberapa pejabat juga membuat HBY heran. Padahal dia yang berlatar belakang pengusaha juga memahami tentang syarat, prosedur dan mekanisme yang berlaku di dalam birokrasi.

“Jadi saya minta bangun daerah ini dengan seutuhnya. Sebab bukan hanya jagung yang kita bangun,  tapi orang yang menanam jagung pun harus kita bangun mentalnya, rumahnya dan ekonominya,” pintanya. (RUL)



No comments