HMI Cabang Dompu Duga ADD Sengaja Diendapkan Lama di Bank

Iklan Semua Halaman

.

HMI Cabang Dompu Duga ADD Sengaja Diendapkan Lama di Bank

Redaksi Berita11
Sabtu, 27 Mei 2017
Ketua HMI Cabang Dompu, Slamat Abadi Sentosa. 

Dompu, Berita11.com— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Dompu menyorot lambannya pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 untuk 72 desa di Bumi Nggahi Rawi Pahu. Bahkan keterlambatan itu diduga karena sengaja diendapkan untuk mendapatkan bunga deposito.

“Ini sudah hampir lima bulan dana itu (ADD)  mengendap di Bank. Berati bunga depositonya bertambah dong, “ ungkap Ketua HMI cabang Dompu, Slamat Abadi Sentosa kepada Berita11.com, di Dompu, belum lama ini.

Sepengetahuan Slamat,  total ADD di Kabupaten Dompu sebesar Rp61 miliar. Menurutnya,  semakin lama dana itu tersimpan  di bank, maka bunga depositonya pun akan terus bertambah.

“Saya menduga pencairan dana itu sengaja diperlambat demi meningkatnya jumlah dana (bunga) deposito tersebut,” tuding Slamat.  

Dikatakannya, mekanisme penyimpanan aliran ADD dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah patut dipertanyakan. Tetap terakumulasi pada satu rekening awal atau telah didistribusikan ke setiap rekening pemerintah desa. Karena jika tetap terakumulasi pada rekening awal maka mestinya jumlah ADD yang diterima pemerintah desa mestinya bertambah.

“Jadi sumber dana yang masuk di rekening desa yaitu berasal dari ADD dan bunga deposito dari bank yang menampung anggaran alokasi dana desa itu. Sekarang tinggal bagaimana kita mencari tahu di mana masuknya bunga deposito anggaran ADD tersebut, “ katanya.

Sepengetahuan Slamat, ADD tidak disimpan  di satu bank saja. Namun didistribusikan pada tiga bank yaitu Bank NTB,  BRI dan BNI.

“Artinya sumber bunga deposito tersebut berasal dari tiga  bank. Pertanyaanya kenapa dana itu disimpan di tiga bank? Padahal kalau disimpan di satu bank saja, tentu pengurusannya akan lebih terarah,” tanya Slamat.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Dompu, H Supardi S. Sos, membenarkan bahwa total ADD untuk 72 desa di Kabupaten Dompou mencapai Rp61. “Dari sekian jumlah dana tersebut diperuntukan untuk 72 Desa,”  jelasnya saat  diwawancarai  Berita11.com, Kamis (25/5/2017).

Supardi juga mengakui hingga kini belum ada satupun pemerintah desa yang mencairkan ADD. Hal itu terjadi karena lemahnya kinerja pemerintah desa dalam menyelesaikan seluruh administrasi sebagai syarat utama untuk mencairkan anggaran desa.

“Seharusnya dana itu  sudah bisa dicairkan bulan April 2017. Tapi karena desa belum melengkapi  administrasi makanya dana tersebut belum dicairkan oleh pemerintah desa, “ terangnya.

Supardi juga membenarkan bahwa ADD memang disimpan di tiga bank yaitu  Bank NTB,  BRI Dan BNI. Penunjukkan tiga bank tersebut  atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Dompu  untuk memudahkan akses pencairan terutama desa terpencil.

“Mengenai bunga deposito bank tersebut itu adalah urusan pemerintah desa. Sebab kami Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa hanya bertugas untuk mengevaluasi apakah item ini sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada,” tandasnya. (RUL)