Breaking News

Kampung KB Terus Dicanangkan di Dompu, ini Sasarannya

Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin saat Membuat Pesan Tertulis untuk Kampung KB/ RUL



Dompu, Berita11.com— Pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) di sejumlah desa di Kabupaten Dompu  terus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas PPKB. Tujuannya diharapkan menjadi motivasi semua elemen agar mewujudkan program KB sebagai upaya mendorong keluarga sejahtera.

Tahun 2017, pencanangan Kampung KB ditargetkan di enam desa yaitu Desa Nanga Miro Kecamatan Pekat, Desa Anamina Kecamatan Manggelewa, Desa Lasi Kecamatan Kilo, Desa Soro Kecamatan Kempo, Desa Lune Kecamatan Pajo dan Desa Sawe Kecamaran Hu’u Kabupaten Dompu.

“Tahun ini sudah beberapa desa yang sudah dicanangkan sebagai Kampung KB. Sisa desa rencananya akan dilakukan pencanangannya setelah bulan Ramadhan atau sebelum kegiatan Harganas Juli 2017 depan,” jelas Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan PP, S.KK. M.M.Kes, saat acara Deklarasi Kampung KB  di  Kecamatan Manggelewa.

Gatot menyebutkan,  pencanangan Kampung KB dipilih berdasarkan kriteria capaian peserta KB  lebih rendah dari desa lain yang berada dalam satu kecamatan tertentu. Selain itu, angka keluarga sejahtera lebih rendah dan terdapat keterpaduan program kependudukan keluarga berencana.

Kriteria lainnya sebutnya yaitu terdapat keterpaduan pembangunan dari sektor lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas. “Minimal setiap kecamatan terdapat satu desa yang di canangkan sebagai Kampung KB,” katanya.

Hal itu semata-mata mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas, sesuai pesan Presiden RI H. Joko Widodo pada saat pencanangan Kampung KB tahun 2016 di Cirebon Jawa Barat.  Hal yang ditekankan bahwa individu yang berkualitas dilahirkan dari keluarga yang berkualitas pula.

“Hal tersebut akan berjalan sukses apabila didukung penuh oleh seluruh komponen masyarakat dan pemerintah,” terang Gatot.  

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. Syamsul Anam menyampaikan bahwa program KB berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009. 

Undang-Undang tersebut menegaskan bahwa KB adalah program strategis yang disebut dengan program Kependudukan Keluarga Berencana  dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Artinya bahwa setiap BKKBN di setiap Kabupaten dan Kota.

“Daerah daerah harus mempunyai rencana strategis, mempunyai parameter kependudukan agar jumlah penduduk dapat dimanage dengan baik dan laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan dan melakukan perencanaan untuk membentuk sebuah keluarga yang ideal sehingga nantinya akan tercipta keluarga yang berkualitas,”  ujar Syamsul.

Sementara itu,  Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin dalam sambutannya menjelaskan, tujuan dibentuknya Kampung KB adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung melalui Program Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas.

“Pencanangan Kampung KB tahun 2016 lalu di Desa Mbawi Kecamatan Dompu memiliki pesan dengan tulisan tangannya dalam bahasa Bima yaitu Tahopu Mboto Dicengga, dari pada Mboto Dicengga Labo (lebih baik banyak yang dibagi dari pada berbagi dengan banyak orang, Red),” ungkapnya.

Lebih jauh Bambang berpesan tahun ini dalam tulisan tangannya pada saat pencanangan Kampung KB di Desa Anamina Kecamatan Manggelewa yang berbunyi ber-KB akan lebih sejahtera.


“Pesan-pesan ini mengajak kepada seluruh masyarakat Dompu agar mengikuti Program KB. Sehingga nantinya tercipta keluarga sejahtera dan berkualitas,” harapnya. (RUL)




No comments