Kisruh MTQ Kabupaten Bima, Peserta Minta Ketua LPTQ Dicopot

Iklan Semua Halaman

.

Kisruh MTQ Kabupaten Bima, Peserta Minta Ketua LPTQ Dicopot

Sabtu, 27 Mei 2017
Bupati Bima saat Memberikan Selamat kepada Kontingen yang Juara MTQ. Foto Ist

Bima, Berita11.com— Meskipun Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) telah sukses ditutup. Namun hingga kini masih meninggalkan masalah dan protes dari sejumlah peserta. Mereka bahkan meminta Ketua LPTQ Kabupaten Bima, Drs H Fitrah Malik dicopot karena dinilai diskriminasi terhadap peserta.

Peserta MTQ tahun 2017 Kabupaten Bima dari kontingan Kecamatan Soromandi, Muhiddin, M.Pd mengatakan banyak masalah yang timbul ketika final MTQ di lapangan umum Kecamatan Wawo pekan lalu. Namun ironisnya keributan dan protes peserta tak ditanggapi dewan hakim dan LPTQ.

Menurut Muhiddin, Ketua LPTQ bersikukuh meloloskan murid binaannya. Padahal salah membaca Al Quran. Protes itu langsung disampaikan peserta dari berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Soromandi dan Kecamatan Woha.

“Masa yang salah baca bisa diloloskan? Saya ada rekamannya, karena itu fatal. Walaupun mungkin tajwid dan cara bacanya indah tapi itu gugur dengan sendirinya kalau bacanya salah, itu fatal.tapi tidak diperhatikan dewan hakim,” ujar Muhiddin di Soromandi, Jumat (26/5/2017).

Diungkapkan Muhiddin yang paling mencengangkan, peserta yang dinyatakan lolos ke final atas nama Herman merupakan jawara MTQ di Provinsi NTT yang akan mewakili daerah itu pada fase nasional.

“Masa orang yang sudah juara dan wakili daerah lain bisa ikut lagi di sini? Apa nggak salah? Nanti bisa timbul masalah kalau sama-sama harus mewakili ke tingkat selanjutnya,” ujarnya.

Dikatakannya, masalah lain yang diprotes oleh peserta yaitu putusan dewan hakim yang tiba-tiba berubah. Awalnya, mengumumkan bahwa tiga orang yang lolos masuk final MTQ Kabupaten Bima tahun 2017. Namun belakangan dewan hakim menganulir dan memaksakan memasukan peserta yang sudah menjadi jawara di daerah lain masuk final MTQ Kabupaten Bima.

“Terus terang kalau begini modelnya, semangat kami para qori ciut untuk ikut berkompetisi. Padahal yang dicari bibit yang berkualitas, tapi bukan dengan segala cara,” katanya.

Muhiddin berharap Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri memperhatikan masalah tersebut. Minimal memanggil dan mengklarifikasi LPTQ maupun dewan hakim dan Bagian Kesra Setda Kabupaten Bima.

Harapan yang  sama juga disampaikan peserta lain. Pada penyelenggaraan MTQ  tahun berikut harus lebih baik. dewan hakim yang dipilih harus orang yang bisa bersikap adil, tidak mengabaikan syarat pemilihan duta Kabupaten Bima.

“Bupati harus turun tangan agar polemik seperti ini tidak terjadi. Kan bisa memalukan kita, apalagi sekarang Kabupaten Bima menjadi tuan rumah,” ujar peserta yang enggan menyebut namanya.

Bagaimana respon Ketua LPTQ Kabupaten Bima? H Fitrah Malik yang dihubungi melalui Ponsel tak membantah sempat emosi saat merespon protes peserta ketika MTQ tahun 2017 Kabupaten Bima berlangsung. “Itu saya respon begitu karena cara protes peserta yang juga kasar,” katanya.

H Fitrah Malik membantah jika ia berlaku diskriminasi terhadap peserta MTQ Kabupaten Bima. Bahkan ia pun sempat melayangkan protes yang sama ke dewan hakim karena tidak memberikan nilai terbaik untuk murid binaannya yang sudah menjadi jawara di Provinsi NTT.

Menurutnya, tak ada masalah jika Suherman yang sudah juara di Provinsi NTT kembali mengikuti kompetisi yang sama di Kabupaten Bima. Karena kategori yang diikuti berbeda. 

“Karena kategori yang diikuti itu berbeda, sehingga tidak masalah. Makanya saya juga kecewa, saya sudah menyampaikan pengunduran diri (dari jabatan Ketua LPTQ) kepada Sekda. Entah diterima atau tidak,” katanya.

Mantan Caleg PKB, juga menanggapi sorotan peserta yang gagal lolos masuk final. Menurutnya, apa yang terjadi pada final MTQ Kabupaten Bima sudah tepat. Karena aspek penilaian dewan hakim meliputi banyak unsur, tak hanya bacaaan yang tepat, tapi unsur keindahan suara, tajwid dan aspek lain.

“Jadi walaupun salah (baca) tentunya ditutupi oleh nilai aspek lain. Karena aspek penilaian itu tak hanya saja. Jadi wajar kalau Suherman masuk final,” ujar pimpinan Ponpes Al Maliki ini. (US)