Pemkab Dompu Gelar Upacara ke-109 Hartitnas, ini Maknanya

Iklan Semua Halaman

.

Pemkab Dompu Gelar Upacara ke-109 Hartitnas, ini Maknanya

Redaksi Berita11
Selasa, 23 Mei 2017
Suasana Upacara Harkitnas ke-109 di Lapangan Beringin Dompu. Foto Syahrul.

Dompu, Berita11. com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu menggelar upacara ke-109 tahun hari kebangkitan nasional (Hartiknas) di lapangan Beringin Dompu, Senin (25/5/2017).  Dalam perspektif pemerintah makna kebangkitan jika tak ada satupun anak bangsa yang tercecer dari gerbong kebangkitan.

Hal itu ditekankan oleh Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin (HBY) ketika  menjadi inspektur upcara Harkitnas di Dompu.

HBY mengatakan semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar. Namun sebaliknya menunjukan urgensinya dalam kehidupan berbangsa hingga kini. Walaupun semangat itu sudah tercetus sejak 109 tahun yang lalu. Tetapi hingga kini masih ampuh menyatukan dan menyemangati gerak bangsa Indonesia.

Tidak mudah bagi pejuang merajuk angan menyatukan Indonesia saat itu. Ketika infrastrukture, transportasi dan sarana komunikasi sangat terbatas dan ketika insan pemikir Indonesia masih dapat dihitung dengan jari.

“Serta ketika acuan untuk memperkokoh dasar kesamaan suku bangsa dan adat masih belum kuat. Bahkan ketika semuanya masih berada dalam ketakutan dan kekejaman kolonialis yang siaga memerangi hasrat lepas dari belenggu penjajah,” katanya.

Dikatakannya, Presiden Jokowi  telah mencanankan penekanan khusus pada aspek pemerataan bidang pembangunan. Bukan berati sebelumnya mengabaikan berbagai aspek tersebut. Sejak awal, fokus program Nawacita yang disusun oleh Presiden Jokowi dan Wapres Yusuf Kala yaitu pemeretaan yang mendapat porsi sangat tinggi terutama pembangunan antar wilayah. Sasaraannya mewujudkan Indonesia mulai dari wilayah pinggiran dengan memperkuat desa-desa dalam kerangka bingkai NKRI.

HBY menyatakan, pada awal tahun 2017 dari sisi angka lebih membaik dibandingkan periode sebelumnya. Ukuran kesenjangan pendapatan dan kekayaan penduduk masih sekitar 40 persen. Maka dari itu, Presiden Jokowi meminta kepada seluruh aparat penyelenggara negara agar bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan melalui berbagai langkah yang multidimensi.

“Memang persoalan pemerataan hampir merupakan masalah semua bangsa.  Bahkan negara-negara maju berputar dengan isu kesenjangan dan mencatat indeks-indeks tinggi lebih senjang dibading negara indonesia,” papar HBY membacakan sambutan Menkominfo.

Ditambahkannya, mewujudkan pemerataan berkeadilan sosial juga menjadi penghormatan bagi pemerintah selaku peletak dasar bangunan kebangsaan yang menginginkan tidak ada jurang yang membatasi penyebaran kesejateraan bagi penduduk negara Indonesia.

“Bagi kita kebangkitan hanya akan berati jika tidak ada satupun anak bangsa yang kececer dari gerbong kebangkitan,” tandasnya. (RUL)