32 CPNS Tahun 2015 di Dompu Disumpah Jadi ASN

Iklan Semua Halaman

.

32 CPNS Tahun 2015 di Dompu Disumpah Jadi ASN

Kamis, 08 Juni 2017
Prosesi Pengukuhan Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Dompu. Foto Syahrul Berita11.com

Dompu, Berita11.com— Sebanyak 32 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Dompu yang lolos dalam seleksi umum tahun 2015 lalu dikukuhkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui prosesi pengambilan sumpah di Gedung Dharma Wanita Dompu, Rabu (7/6/2017).

Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin mengingatkan sumpah yang sudah diucapkan 32 orang tersebut sebagaimana yang tertuang dalam peraturan yang berlaku bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Setelah disumpah berati status kalian bukan lagi sebagai CPNS, tapi sudah sepenuhnya menjadi PNS. Dengan demikian kewajiban-kewajiban sebagai pegawai harus diutamakan,” kata HBY mengingatkan.

Ketika pelaksanaan pengambilan sumpah, Bupati HBY menanyakan kesiapan 32 CPNS, termasuk kepastian menghafal  Panca Prasetia Koprs Pegawai Republik Indonesia.
Menurutnya, Panca Prasetia tersebut harus dihafal karena merupakan panduan perilaku bagi seorang pegawai negeri sipil.

“Salah satu bunyi panca prasetia koprs PNS yaitu, kami pegawai negeri Republik Indonesia benjanji setia dan taat kepada negera  kesatuan republik Indonesia,” ingatnya.

HBY mengingatkan, kata setia mengandung makna  kesetiaan pada negara melebihi kesetiaan antara seorang pacar dengan pasar atau antara istri dengan suami, sehingga,  kesetiaan terhadap negara tersebut harus benar-benar dilakukan tanpa melanggar dan ketentuan yang berlaku.

“Kesetiaan kita terhadap negara, itu tidak boleh ditawar-tawar. Sebab inilah bentuk kompensasi yang kita berikan terhadap negara,” jelasnya.

Dikatakannya, ASN adalah orang yang sudah diberikan kesepatan untuk hidup di negara Indonesia. Bahkan negara memberikan pekerjaan, jabatan dan pendapatan. “Jadi pada intinya kita harus setia kepada negara,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan  kata setia kepada pemerintah itu mutlak dan bermakna bahwa tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintah. Karena inti dari ASN adalah terkait masalah kesetiaan yaitu setia kepada negara dan pemerintah.

“Harus mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, golongan dan kelompok. Negara indonesia dikenal dengan negara Bhineka Tunggal Ika yang mengutamakan toleransi dalam kebhinekaan tersebut,” paparnya.(RUL)