Jurnalis Lingkungan Ajak Bakal Calon Hentikan Pasang Atribut di Pohon

Iklan Semua Halaman

.

Jurnalis Lingkungan Ajak Bakal Calon Hentikan Pasang Atribut di Pohon

Jumat, 23 Juni 2017
Atribut Calon Wali Kota dan Gubernur NTB yang Dipaku di Pohon. Foto Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Sejumlah jurnalis lingkungan di Bima mengajak para bakal calon Wali Kota, Wakil Wali Kota Bima, bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB agar menghentikan kampanye pemasangan atribut di pohon.

Seperti diketahui, ratusan atribut mewarnai puluhan pohon di bagian kiri dan kanan jalan negara mulai kawasan Ama Hami Kota Bima hingga Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. puluhan atribut para calon tersebut dipaku di pohon.

Anggota The Society Indonesian Enviromental Journalist, Simpul NTB, Abdul Hamid mengatakan, pemasangan atribut bakal calon di pohon menganggu pemandangan dan bisa menyebabkan pohon mati. “Untuk itu kami mengajak para calon maupun Parpol agar kampanye ramah lingkungan. Sebaiknya hindari penggunaan pohon sebagai media untuk memasang alat peraga,” ajak Hamid di Paruga, Jumat (23/6/2017).

Menurut Hamid, Kota Bima dan Kabupaten Bima yang baru dilanda bencana banjir bandang membutuhkan kepedulian dari banyak pihak. Khususnya upaya penyelamatan lingkungan yang dimulai dari hal kecil atau yang dianggap sepele. “Kalau bisa kita harus gerakkan penghijauan. Kalau tidak bisa minimal pohon-pohon harus kita rawat, bukan dipaku,” katanya.

Dikatakan dia, pada sejumlah daerah lain para calon memiliki komitmen terhadap lingkungan. Sikap itu harus bisa direplikasi di Bima. Walaupun itu merupakan bagian dari gerakan kecil, setidaknya bisa meminimalisasi dampak terhadap lingkungan.

“Kami kira aturan main penyelenggaraan Pemilu atau Pilkada itu juga mengatur larangan kampanye atau memasang alat peraga di pohon,” ujar pria yang pernah bekerja sebagai staf Panwaslu ini.

Ajakan yang sama disampaikan anggota SIEJ Simpul NTB, Fachrunnas. Ia berharap para bakal calon Wali Kota maupun bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan timnya mulai menghentikan kampanye menggunakan pohon. “Walupun mungkin efeknya awalnya kecil, tapi kalau semakin banyak pohon yang dipaku. Bisa-bisa pohonnya mati dan dampaknya semakin masih. Ini juga soal contoh baik,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya banyak pilihan bagi calon untuk berkampanye. Jika tak banyak space di sekitar ruas jalan, para bakal calon bisa mengoptimalkan kampanye melalui media massa. “Masih banyak pilihan lain untuk berkampanye selain memasang atribut di pohon. Sebaiknya jangan pernah paku pohon, pilihan lainnya,” kata dia.

Patauan Berita11.com, puluhan pohon di ruas kiri dan kanan jalan negara di jalur Ama Hami hingga Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima dipenuhi alat peraga bakal calon. (IM)