Menikmati Putir Mani, Menu Berbuka Khas Desa Bajo

Iklan Semua Halaman

.

Menikmati Putir Mani, Menu Berbuka Khas Desa Bajo

Redaksi Berita11
Selasa, 13 Juni 2017
Proses Pembuatan Putir Mani, Menu Berbuka Khas Desa Bajo. Foto Anas Berita11.com

Bima, Berita11.com— Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima memiliki menu khas untuk berbuka puasa, yaitu putir mani. Makanan yang terbuat dari tepung beras dan air gula merah yang sudah dimasak.

Putir mani menjadi pelengkap menu berbuka puasa bagi masyarakat Desa Bajo sejak puluhan tahun lalu. Selain dibuat orang warga tertentu di desa setempat, putir mani biasa dijual keliling kampung ketika puasa.

Warga Desa Bajo Sumarni mengatakan, putir mani pertama kali dibuat oleh sejumlah orang tua di desa setempat tahun 1960-an. Awalnya putir mani hanya dibuat untuk keluarga dan tidak dijual keliling kampung seperti saat ini.

“Tapi sejak sekitar tahun 2.000 putir mani mulai dibikin untuk dijual juga,” katanya kepada Berita11.com di Bajo, Senin (12/6/2017)

Selain rasa yang kenyal dan gurih, putir mani memiliki rasa yang manis sehingga cocok sebagai menu berbuka puasa. Menurut Sumarni, biasanya proses pembuatan putir mani dilakukan pagi hari diawali mencampurkan adonan tepung beras dengan air, kemudian menambahkannya dengan sedikit kapur sirih. Kemudian dimasak menggunakan panci. Selama proses memasak, adonan harus diaduk hingga hampir mengering.

Setelah matang, adonan kemudian dicampur dengan kocokan telur, kemudian digoreng sebelum dicampur dengan rebusan air gula merah.

Sumarni mengatakan, hampir sebagian besar warga Desa Bajo masih terbiasa berbuka menggunakan putir mani untuk melengkapi menu berbuka puasa. (AN)