Puskesmas Soromandi Akui Miss Komunikasi, ini Pengecualian untuk Peserta JKN

Iklan Semua Halaman

.

Puskesmas Soromandi Akui Miss Komunikasi, ini Pengecualian untuk Peserta JKN

Rabu, 21 Juni 2017
Kepala Puskesmas Soromandi, Radiman. Foto Hamid Berita11.com

Bima, Berita11.com— Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Soromandi Kabupaten Bima mengakui ada kegagalan komunikasi (miss komunikasi) saat menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pengecualian pelayanan terhadap pemilik Kartu Indonesia Sehat peserta Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan.

Kepala Puskesmas Soromandi, Radiman menegaskan bahwa ibu hamil dan pasieb yang hendak bersalin pemegang KIS peserta JKN BPJS Kesehatan akan tetap dilayani Puskesmas setempat walaupun memiliki kartu dengan fasilitas kesehatan (Faskes) pertama di Puskesmas lain.

“Tetap dilayani kalau ibu hamil dan persalinan Kalau untuk rawat jalan harus di sini Faskesnya. Tapi kalau kunjungan pertama kita layani dulu. Namun selanjutnya dianggap pasien umum,” jelas Radiman kepada Berita11.com di Puskesmas Soromandi, Rabu (21/6/2017).


Baca Juga:

Radiman mengakui, Puskesmas Soromandi telah menerima surat BPJS Kesehatan terkait penyederhanaan layanan selama masa mudik dan lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah tahun 2017. Namun hingga sepekan menjelang lebaran, belum ada pasien peserta JKN BPJS Kesehatan dari luar daerah yang menggunakan layanan di Puskesmas setempat.

Selain ikut mendukung penyederhanaan layanan BPJS Kesehatan, Puskesmas Soromandi juga menyiapkan petugas khusus yang akan melayani pasien mencret. Hal itu sesuai surat imbauan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Provinsi NTB yang mengingatkan kewaspadaan dini terhadap pengaruh makanan dan minuman yang dikonsumsi selama masa lebaran.

“Kita sudah kasi tahu tim surveler agar stand by di Puskesmas. Monitor perkembangan, Jadi atensi khusus khususnya kaitan makanan kedaluarsa, kewaspadaann dini kita,” ujar Radiman. (US)