Setelah Barang Bukti Diamankan, Pengembangan Kasus Teroris Tunggu Densus

Iklan Semua Halaman

.

Setelah Barang Bukti Diamankan, Pengembangan Kasus Teroris Tunggu Densus

Selasa, 20 Juni 2017

Aparat Usai Menggeledah dan Mengamankan Barang Bukti di Rumah NH. Foto Hamid

Bima, Berita11.com— Polisi berhasil mengamankan dua kantung alat bukti setelah menggeledah rumah terduga teroris NH alias DY (23 tahun) di RT 02 dan RT 04 Desa Dore Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Senin (19/6/2017) siang.

Penggeledahan dipimpin Kapolres Bima, AKBP. M. Eka Fathurrahman SH. S. Ik. Sebelum penggeledahan, Unit Penjinak Bom (Jibom) Tim Gegana Brimobda NTB  mendeteksi dini keberadaan bahan peledak dilokasi dengan menggunakan alat pendeteksi logam (metal detector).



Setelah itu, tim Inavis Polres Bima yang dibantu pemerintah desa setempat kemudian memasuki rumah. Hasilnya dua kantung alat bukti dikeluarkan dari rumah dan dibawa ke Mapolres Bima Kabupaten.

Kepala Desa Dore, Nasaruddin menuturkan DY merupakan sosok yang dikenal baik dan pendiam. Aktivitas DY setiap hari sebagai penjual ayam pedaging di kampungnya. Selain itu DY juga memiliki usaha penjualan minuman dipinggir jalan Desa Talabiu Kecamatan Woha.
Diakui Nasaruddin, sebelum kembali ke desa DY sempat menghilang selama lima tahun. Kemudian kembali ke desa dan menikah. Ia kembali tidak menetap di desa selama lima bulan. Kemudian kembali lagi ke desa.

“Kepribadiannya baik. Saya tidak menyangka dia terlibat teroris. Sempat warga melihat dia sedang latihan beladiri dan melaporkannya pada saya. Tapi saya anggap itu wajar karena untuk olahraga," katanya di TKP.

Usai menggeledah rumah, polisi juga menggeledah lapak dan gerobak milik DY yang digunakan untuk berjualan minuman di Desa Talabiu. Namun di lokasi tidak di temukan   barang yang mencurigakan.

Kapolres Bima Kabupaten, AKBP. M. Eka Fathurrahman SH. S. Ik di menjelaskan barang bukti yang diamankan terindikasi digunakan terduga untuk melakukan aksi teror. Sasaran utamanya adalah anggota polri dan ancaman terhadap keluarga polisi.

“Bahan peledak, zat kimia dan kabel-kabel yang telah disiapkan untuk meneror anggota dan kerabat kepolisian. Sementara kita untuk pengembangan kita tunggu dari anggota Densus 88," katanya

Seperti diketahui sebelumnya, KW dan NH, dua terduga teroris pelarian dari Poso ditangkap di Desa Dore Kecamatan Palibelo dan sekitar Paruga Nae Talabiu Kecamatan Woha. Keduanya berasal dari desa Dore dan diduga merencanakan sejumlah aksi teror di wilayah Kabupaten Bima seperti pemboman Mapolsek Woha, Sub Polsek Bandara dan Mapolres Bima.

Sementara itu, pada bagian lain RS ditangkap di Pelabuhan Bima oleh delapan anggota Brimob Den A Bima bersenjata lengkap saat hendak menyebrang ke Soromandi. RS kemudian diangkut menggunakan mobil Avanza menuju Mako Brimob. (ID)