Tahun Lalu 261 Warga Dompu Menderita TBC, 10 Orang Meninggal

Iklan Semua Halaman

.

Tahun Lalu 261 Warga Dompu Menderita TBC, 10 Orang Meninggal

Sabtu, 10 Juni 2017
Rahmat SKM. Foto Syahrul Berita11.com

Dompu, Berita11.com— Setiap tahun indeks penderita Tuberkulosis (TB paru dan Bakteri Tahan Asam/ BTA positif) di Kabupaten Dompu terus meningkat. Pada tahun 2016 lalu jumlah penderita penyakit tersebut di Dompu naik menjadi 261 dari tahun sebelumnya hanya 244 kasus. Bahkan tercatat 10 warga Bumi Nggahi Rawi Pahu yang meninggal akibat penyakit tersebut pada tahun 2015 lalu.

Angka kasus TBC tersebut membuat Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu harus menggenjot penanganannya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dikes Kabupaten Dompu,  Rahmat SKM menyebut kendati jumlah kasus dari tahun ke tahun meningkat. Namun penangannnya nyampir maksimal. Pada tahun 2015, jumlah penderita yang sembuh mencapai 87,2 atau 196 orang dari total 244 penderita TBC di Kabupaten Dompu

“Untuk penderita yang meninggal pada tahun 2016 kami belum tahu evaluasinya. Item itu baru bisa diketahui total evaluasi tahun 2016 ketika memasuki bulan Desember 2017," ujar Rahmad di Dikes Kabupaten Dompu Kamis (8/5/2017).

Kendati jumlah penderita TBC di Kabupaten Dompu terus bergerak naik, namun menurut Rahmat angka itu masih rendah dibanding skala nasional. “Secara hitungan kasus penderitaan dari tahun 2015 ke 2016 angkanya memang naik. Akan tetapi jumlah itu masih rendah dengan target yang tertuang dalam program pencahrian tersebut,” katanya.

Rahmat mengakui umumnya warga Dompu pengidap TBC yang meninggal karena telat mendapatkan pelayanan dan didominasi usia produktif. “Kebanyakan penderita yang meninggal ini,  karena terlambat ditemukan. Jadi pada intinya perlu melakukan antisipasi dengan cara kegiatan yang cepat di lapangan,” ujar dia.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit TBC, Dikes mengandalkan paket obat untuk enam bulan dari lembaga Globalfat.

“Obat ini gratis dan berasal dari bantuan Globalfat yang sebelumnya perduli tentang TB,  Malaria dan HIV yang berasal dari donatur-donatur yang berasal dari orang negara Eropa,” kata Rahmat.

Berdasarkan hasil pemantauan Dikes Kabupaten Dompu, jumlah kasus TBC pada tahun 2017 tak begitu banyak. “Sesuai dengan target pusat sebanyak 469 orang,  kami harus menemukan penderita TB paru dan BTA positif di Dompu,” pungkas Rahmat. (RUL)