Breaking News

Ada yang Aneh dengan SK Mutasi Kepala SDN Doro Lede Tambora

Lampiran SK Mutasi Kepala SDN Doro Lede Kecamatan Tambora. Foto RUL Berita11.com

Bima, Berita11.com— Ada yang kontroversial dengan Surat Keputusan (SK) mutasi Kepala SDN Doro Lede Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Masalahnya, mutasi massal pejabat fungsional sudah dilaksanakan April 2017 lalu, namun SK mutasi baru diberikan kepada mantan kepala SDN tersebut Juli 2017.

Hal tersebut diungkapkan Ishaka, mantan Kepala SDN Doro Lede yang kini dimutasi menjadi guru di SDN 1 Labuan Kananga Kecamatan Tambora.

“Saya bingung dengan SK Mutasi ini. Sebab tanggal penetapan beda dengan tanggal saat menerima surat ini. Artinya melampui beberapa bulan,” ujar Ishaka, kepada Berita11.com, Selasa (1/8/2017).

Menurut Ishaka, kalaupun terakomodir dalam daftar nama gelombang mutasi beberapa bulan lalu, tentu dirinya mengetahui dari awal bahwa akan dimutasi. Namun namanya tidak disebut saat mutasi massal itu. “Kalau memang saya benar dimutasi,  kenapa dari awal saya tidak mendapat undangan pemberitahuan dalam mutasi serentak,” katanya.

SK mutasi tersebut  malah muncul beberapa bulan setelah mutasi massal pejabat fungsional. Bahkan sebelum SK itu diterima, ia tetap menjabat sebagai Kepala SDN Doro Lede. “Jujur saja,  saya kanget menerima SK mutasi ini. Padahal saat itu sedang dalam proses ujian sekolah,” ungkapnya.

Ishaka mengaku, sampai saat ini masih bingung dengan keputusan mutasi itu. Sebab, kata dia, ada beberapa hal yang sangat kontroversial dan sulit dicerna secara logis. “Kalau memang saya dimutasi tentu ada alasanya. Apakah memang saya melakukan kesalahan. Tapi kalau saya salah tentu akan dipanggil dan diperiksa oleh pihak Inspektorat. Minimal diberikan SP 1,2 dan 3. Tapi kenyataannya semua itu tidak ada dan saya dimutasi secara tiba-tiba,”  katanya.

Sudah puluhan tahun Ishaka mengabdi untuk dunia pendidikan di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Awalnya dia mengabdi sebagai guru di SDN 1 Labuan Kananga Kecamatan Tambora.  Beberapa tahun kemudian diberi kepercayaan menjadi Kepala SDN Sori Bura Kecamatan Tambora. Setelah itu, kemudian dimutasi sebagai Kepala SDN Jembatan Besi Kecamatan Tambora.

Selang beberapa tahun kemudian, Ishaka kembali dimutasi sebagai Kepala SDN Doro Lede Kecamatan Tambora.  Tak lama setelah itu atau beberapa bulan kemudian dimutasi sebagai guru di SDN 1 Labuan Kananga.

“Intinya saya sudah asam garam mengabdi di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima dan apakah ini balasannya?,” ucapnya dengan nada sedih.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Dikbudpora Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, Joni S.Pd, M.Pd menegaskan bahwa mutasi terhadap Ishaka sesuai dengan peraturan. Bahkan hal itu, kata dia, berdasarkan kebijakan Pemkab Bima.

“SK mutasi itu sah. Jadi tidak ada yang diragukan,” jelas Joni,  saat diwawancarai Berita11.com melalui sambungan telepon genggam.

Joni tidak menapik kalau SK mutasi itu terlambat  diserahkan kepada Ishaka. Hal itu kemungkinan karena kendala Pemkab Bima dan BKD menyerahkan kepada mantan Kepala SDN Doro Lede itu. “Memang saya akui kalau SK itu telat disampaikan ke pak Ishaka. Ini 
hanya menyangkut kendala tehnik saja,” terangnya.

Joni menyebutkan, nama H. Ishaka A. Rahman sebelumnya sudah terakomodir dalam mutasi massal yang digelar Pemkab Bima beberapa bulan lalu. Bahkan, tak hanya Ishaka, hampir semua PNS di Kecamatan Tambora dimutasi.

“Untuk diketahui bahwa PNS yang diturunkan jabatanya memang segaja tidak diberitahu (tidak diberikan undangan) dan tidak dibacakan dalam mutasi serentak. Hal itu dilakukan sebagaimana yang tertuang dalam peaturan yang ada,” jelas dia. (RUL)

No comments