Breaking News

Diimingi Paket Proyek, Warga Dompu Ngaku Ditipu Oknum Pegawai Rutan

Mujakir, Warga Karijawa Dompu yang Mengaku Ditipu Oknum Pegawai Lapas.

Dompu, Berita11.com— Warga Kelurahan Karijawa Kabupaten Dompu, Mujakir mengaku ditipu oleh A, oknum pegawai lembaga pemasyarakatan (Lapas). Motifnya, oknum tersebut meminta uang Rp5 juta dari korban dengan iming-iming mendapatkan paket proyek.

“Saya ditipu mentah-mentah oleh oknum itu. Padahal sebelumnya saya dijanjikan akan mendapatkan paket proyek. Tapi ternyata itu palsu belaka," ungkap Mujakir kepada sejumlah wartawan di Dompu, Selasa (18/7/2017).

Mujakir mengaku, awalnya didatangi oleh A. Kemudian menawari paket proyek rehabilitasi aula  di Lapas Dompu. Untuk  mendapatkan paket itu, A kemudian menyaratkan sejumlah uang. Akhirnya permintaan oknum pegawai direspon oleh Mujakir.

"Karena awalnya percaya, akhirnya saya pun menyerahkan uang senilai Rp 5,5 juta kepada dia dengan bukti kwitansi yang berbunyi pinjaman sementara sesuai dengan keinginan dan arahan dari A,” beber Mujakir.

Diungkapkannya, penyerahan uang pemulus paket proyek itu diserahkan di rumah rekannya pada tahun 2016 lalu. Awalnya Mujakir bersabar menunggu paket proyek dijanjikan A. Namun seiring waktu hingga tahun 2017 janji manis itu tak kunjung terwujud.
Merasa ditipu, Mujakir kemudian  melaporkan permasalahan tersebut kepada Polsek Woja. 

“Pada bulan April Tahun 2017 saya resmi melaporkan A ke Polsek Woja atas dugaan penipuan,” katanya.

Mujakir menyebutkan, sampai saat ini kasus yang dilaporkan itu masih dalam penanganan oleh pihak Polsek Woja. “Masalah ini sudah lama saya laporkan. Tapi sampai sekarang belum juga ada perkembangan penangananya,” terangnya.

Kapolsek Woja, melalui salah satu penyidik Polsek setempat membenarkan pihaknya menerima laporan dugaan penipuan dari Mujakir, warga  Karijawa Kabupaten Dompu. ”Iya, laporan dugaan penipuan yang menyeret nama oknum pegawai Lapas Dompu memang ada,” ujar penyidik Polsek Woja, saat diwawancarai Berita11.com melalui sambungan Ponsel.

Menurut penyidik tersebut, kasus itu masih dalam proses pengembangan, termasuk mencari  kebenaran dari persoalan itu. “Kemungkinan kasus ini akan terlebih dahulu kami gelar di Polres Dompu. Tapi untuk lebih jelasnya silakan pak wartawan wawancara langsung dengan Kapolsek kami,” saranya.

Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arinto S.I.K, mengaku belum mendengar  laporan dugaan penipuan yang menyeret nama oknum pegawai Lapas tersebut. “Saya belum tahu mengenai laporan itu. Tapi nanti saya coba cek,” ujar Jon Wesly Arinto saat ditemui Berita11.com.

Bagaimana respon A terhadap tudingan Mujakir?   A yang hendak dikonfirmasi di Lapas Dompu tidak berada di tempat karena sedang melaksanakan tugas di luar kantor. “Mohon maaf pak wartawan, beliau tidak bisa ditemui karena sedang mengikuti sidang persiapan untuk tahanan yang telah habis masa tahananya,” ujar  petugas Rutan Dompu.(RUL)

No comments