Breaking News

Ini Konsep Pengembangan Pariwisata Menurut Finalis Sampela Mbojo

Finalis Pemilihan Sampela Mbojo Tahun 2017. Foto US Berita11.com

Bima, Berita11.com— Kota Bima dan Kabupaten Bima memiliki banyak potensi wisata yang tak kalah dengan sejumlah daerah lain di Indonesia termasuk Lombok dan Pulau Dewata Bali. Hanya saja konsep pengembangan yang belum maksimal.

Menurut Akhyar, finalis pemilihan Sampela Mbojo Tahun 2017, konsep pengembangan pariwisata di Bima harus diperkuat dari sisi fundamental yaitu peran stake holder dan masyarakat sekitar. Kampanye sadar wisata harus digalakkan karena Bima memiliki berbagai potensi wisata yang menarik mulai dari bahari, desa wisata hingga taman nasional. Hanya saja belum didukung keamanan yang seharusnya mampu diciptakan oleh masyarakat.

“Hal yang harus diperbaiki menyukseskan sapta pesona pariwisata. Menyiapkan pariwisata di Bima yang indah, aman dan nyaman. Selama ini (potensi) parisiwata Bima sudah ada. Wisata yang indah,  tinggal aman dan yang nyaman,” kata Akhyar menjawab Berita11.com saat acara pembukaan pameran pembangunan Kabupaten Bima di Paruga Nae Bolo, Jumat (14/7/2017).  

Akhyar optimis, potensi wisata Bima bisa menjadi bagian dari grand design pariwisata nasional seperti program Bali baru, seandainya mampu menciptakan kesadaran wisata. Peran serta masyarakat terutama para pemuda, pemerhati sangat penting untuk mendorong kunjungan wisatawan regional dan mancanegara ke Bima.

“Berpengalaman waktu di Kota Batu dan Malang Jawa Timur, yang memanfaatkan kota sebagai nilai parisiwatanya  membuat saya memiliki mimpi besar Bima seperti itu ke depannya,” ujar alumnus Universitas Negeri Malang yang kini bekerja sebagai Staf Khusus Wakil Ketua I Bidang Akademik STKIP Taman Siswa Bima ini.

Senada dengan Akhyar, finalis lain pemilihan Sampela Mbojo Tahun 2017, Riana Herlina memiliki pemikiran bahwa visi-misi pengembangan pariwisata di Bima harus dimulai dari bawah. Yaitu menggalakkan gerakan sadar wisata yang dimulai dari dalam masyarakat.

“Tantangan pengembangan pariwista Bima ke depan, lebih pada kesadaran setiap orang, lebih ke personal. Kuranngya keperceyaan diri bahwa pariwisata Bima bisa go internasional. Kita harus bangga punya Bima, kita punya kota yang hebat. Harus lebih menyadari itu,” ujar wisudawan terbaik angkatan ke-VIII Program Studi Bahasa Inggris STKIP Taman Siswa Bima ini.

Menurut sembilan bersaudara ini, kerangka pengembangan pariwisata di Bima bisa dilakukan melalui kampanye gerakan sadar pariwisata. Mimpi mewujudkan pariwisata yang lebih baik harus dituangkan dalam gerakan nyata. 

“Semua orang mempunyai visi dan misi memajukan daerah Bima. mewujudkan pariwisata Bima yang lebih baik. tinggal in real life, ada pembuktian peran setiap orang. Saya akan mengajak para pemuda, kita harus bangga punya Bima,” katanya.

Menurut wanita yang sedang mengabdi di MAN 2 Kota Bima ini, selain objek wisata, Bima juga memiliki banyak kekayaan budaya dan adat maupun kearifan lokal. Hanya saja selama ini masyarakat masih pesimis bahwa bergai kebudayaan itu bisa menembus khalayak internasional.  “Kesadaran masyarakat itu sendiri, kurangnya kepercayaan. Banyak yang bisa dikelola. Rimpu saja bisa, tembe nggoli saja bisa go internasional. Kenapa yang lain tidak,” katanya.

Selain pernah menjadi duta wisata, Riana pernah terpilih sebagai tutor muda dari Indo Brin Aceh, lembaga yang bergerak pada upaya mendongkrak kecerdasan pelajar. Alumnus MAN 2 Bima, ini juga aktif sebagai aktivis perdamaian (peace maker) dan English Joint Club. (US)

No comments