Ketua DPRD Kabupaten Dompu Tepis Isu Ditangkap Polisi

Iklan Semua Halaman

.

Ketua DPRD Kabupaten Dompu Tepis Isu Ditangkap Polisi

Selasa, 04 Juli 2017
Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Yuliadin, S.Sos saat Diwawancarai Wartawan/ RUL

Dompu, Berita11.com— Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu, Yuliadin, S.Sos diterpa isu miring. Pimpinan lembaga legislatif di bumi Nggahi Rawi Pahu ini dikabarkan sejumlah oknum ditangkap polisi karena kasus Narkoba.

Hal ini tentu saja membuat Yuliadin, S.Sos yang kesehariannya dikenal sebagai tokoh yang gencar mengajak masyarakat mememerangi Narkoba gerah karena justru dikaitkan isu miring.

“Satu dua hari ini saya ditelepon oleh teman-teman saya yang menanyakan apakah benar saya oleh ditangkap oleh polisi,” ungkap Yuliadin usai mengikuti upacara pembukaan TMMD ke-99 Tahun 2017 di lapangan Sepak Bola Calabai, Selasa (4/7/2017).

Yuliadin mengaku, selama ini gencar menyuarakan kepada masyarakat dan elemen lain untuk ikut andil memberantas Narkoba. Terutama membongkar para bandar, bandit hingga kurir barang haram itu. “Mungkin karena inilah saya diisukan yang tidak-tidak oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Yuliadin mengatakan, hingga kini tidak pernah berhenti menyerukan melawan Narkoba. Hal itu juga tergambar melalui spanduk yang dia pasang di sejumlah tempat umum dan pinggir ruas jalan raya. Seruan itu juga dia sampaikan ketika menghadiri berbagai acara.

“Pak wartawan bisa lihat dan baca pesan pesan saya yang tertuang di spanduk yang dipasang di sejumlah jalan,” ujar dia.

Menurutnya, di Kabupaten Dompu tak hanya darurat berbagai kasus Narkoba. Namun lebih dari itu dan mencegangkan, penyalahgunaan tramadol termasuk kategori memprihatinkan

“Hal ini dibuktikan banyaknya berbagai kasus tramadol yang melibatkan anak muda dan para pelajar. Padahal selama ini kita tetap gencar melakukan sosialisasi agar tidak menyalagunakan obat tramadol,” katanya.

Yuliadin berharap masyarakat Dompu tak terpengaruh isu-isu tak jelas yang diembuskan sejumlah oknum tak bertanggungjawab. “Intinya saya mengutuk orang yang segaja menghembuskan isu itu. Sebab oknum oknum seperti itu tidak menginginkan kalau daerah ini kondusif,” tegasnya. (RUL)