Breaking News

Koptan Usaha Bersama Baka Jaya Ngotot Minta Jaminan Kredit

Kwitansi Pelunsasan Kredit yang Dikantungi Koptan Usaha Bersama. Foto Syahrul.

Dompu, Berita11.com— Kendati sebelumnya pimpinan Bank NTB Syariah Cabang Dompu meminta Koptan Usaha Bersama Baka Jaya Kecamatan Woja agar bersabar menunggu putusan pengadilan soal penyelesaian kasus yang menimpa kelompok tersebut, Koptan tetap bersikukuh mendesak bank segera mengembalikan sertifikat jaminan kredit.

Ketua Koptan Usaha Bersama, Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu,  Sudarmawan Septohadi mengaku pihak merupakan korban saat pengajuan kredit di bank. Ia juga kaget jika pinjaman yang diajukan hanya Rp50 juta dan baru diterima Rp35 juta kemudian dalam data sistem tiba-tiba membengkak menjadi Rp100 juta.

Baca Juga:


Sudarmawan kembali menegaskan, dari Rp50 juta total kredit yang diajukan kelompok, yang cair hanya Rp35 juta. Sisanya Rp15 juta diperintahkan petugas bank agar disimpan sebagai jaminan dalam bentuk tabungan di bank. 

“Kami kelompok hanya menikmati realisasi uang senilai Rp35 juta saja. Sementara sisanyakami pun tak tahu entah kemana,” tandas Sudarwaman di Dompu, Kamis (267/8/2017).

Dia mengaku, hingga usai masa panen jagung, Koptan tak kunjung dapat mencairkan sisa uang Rp15 juta yang awalnya diperintahkan petugas bank sebagai jaminan selama masa kredit. “Kami sudah membayar secara lunas iuran itu. Bahkan kami juga memiliki bukti pelunasan,” kata Sudarwarman.

Sudarwarman juga mengungkap, hingga kini stempel dan buku rekening Koptan Usaha Bersama masih disimpan pihak bank. Soal data sistem yang menerangkan bahwa pinjaman Koptan Rp100 juta, menurutnya sepenuhnya tanggungjawab FS. Karena mantan karyawan Bank NTB Syariah Cabang Dompu itu yang diduga menyalahgunakan jabatannya dan melakukan korupsi.

“Saya hanya sekali saja menandatangani kuitansi pencairan kredit sebesar Rp35 jta. Kalau pun memang ada pencairan lainya, itu berarti FS telah memalsukan tandatangan ketua kelompok,” ujar Sudarwarman. (RUL)

No comments