Breaking News

Merajut Mimpi-mimpi yang Terburai Bersama Satgas TMMD

Anggota Satgas TMMD ke-99 Kodim 1614/ Dompu Sedang Membantu Plaster Mushala Baitul Subhi/ RUL

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-99 tahun 2017 di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu Provinsi NTB sedikitnya menyasar 12 desa. Sasarannya meliputi rehab dan perampungan pembangunan sejumlah fasilitas ibadah, perbaikan jalan hingga sosialisasi wawasan kebangsaan. Catatan Syahrul/ Reporter Berita11.com.
Larik-larik cahaya dari langit seolah bergegas mengecil berubah menjadi warna biru muda, tak lama setelah jemari fajar mengetuk jendela. Bias-bias embun pagi menyebar di celah-celah ranting dan tangkai. Putik-putik menyambut, kemudian bermain tarian kabut di sela lerai daun bungur. Di lorong gang, anak-anak seperti ikut sibuk menantang hari, di sela orang tua mereka mulai larut dengan percakapan pagi. Tak lama, beberapa pria hitam legam menenteng cangkul menuju kebun. Mereka adalah petani yang kadang berangkat ke kebun menyiram tanaman mereka.
Tak jauh dari lorong-lorong gang, beberapa pria tegap muncul bersama pemuda dan laki-laki paruh bayah. Mereka bergegas menuju sebuah bangunan di tengah dusun. Begitulah pemandangan setiap pagi, dua pekan terakhir di Dusun Soridei Desa Karombo Kecamatan Pekat Dompu.
Setiap hari puluhan warga dan pria berpakaian loreng bahu membahu mengangkat sejumlah material dan mencampurnya. Mereka bukanlah prajurit yang sedang menyiapkan material untuk perang. Namun merupakan anggota Satgas TMMD yang sedang melaksanakan gotong royong bersama masyarakat merampungkan pembangunan Mushala Baitul Shubhi Nurul Amin di Dusun Soridei Desa Karombo.
Program TMMD ke-99 di wilayah Kodim 1614/ Dompu setidaknya menyasar 12 desa di Kecamatan Pekat yaitu Desa Sori Tatanga, Desa Doropeti, Desa Nangakara, Desa Bringin Jaya, Desa Calabai, Desa Kadindi Atas, Desa Kadindi Barat, Desa Sorinomo, Desa Nangamiro, Desa Tambora, Desa Karombo, dan Desa Pekat. Di Dusun Soridei Desa Karombo, Satgas TMMD dan masyarakat setempat menggenjot perampungan pembangunan Baitul Subhi Mushala Nurul Amin.
Menurut Syamsuddin, warga Dusun Soridei sebenarnya tak memiliki banyak harapan muluk. Sejak lama, angan masyarakat yaitu hanya ingin mewujudkan pembangunan mushala. Namun impian itu sering bertarah karena anggaran yang dikumpulkan secara swadaya seolah tak mampu menjawab impian warga.  Pada sisi lain, Pemerintah Desa Karombo memang mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Mushala Baitul Subhi Nurul Amin. Namun sepenuhnya belum mencukupi kebutuhan pembangunan.
“Tapi alhamdulillah berkat program TMMD ke-99 ini impian kami warga di sini bisa terwujud. Awalnya sangat sulit mewujudkan pembangunan dengan anggaran yang terbatas yang mengandalkan urungan dari warga di sini dan pemerintah desa. Tapi sekarang alhamdulillah bisa terwujud atas bantuan anggota TNI,” ujar Syamsuddin, warga Dusun Soridei.
Tak hanya Syamsuddin yang gembira menyambut program TMMD ke-99  menyasar dusun setempat. Ratusan warga lain pun menyambut riang. Mereka secara sukarela bahu membahu bergotong royong bersama anggota Satgas TMMD.  Secara bergantian, sejumlah ibu rumah tangga juga ikut berpartisipasi menyiapkan makanan ringan, kopi dan teh bagi anggota TNI dan warga yang sedang merampungkan mushala.
Beberapa percakapan ringan, canda, tawa menyertai diskusi warga dan anggota Satgas TMMD ketika istrahat makan siang. Tak pelak membuat suasana selalu mencair. Bahkan, beberapa warga merasa tak canggung menyampaikan ide mereka kepada anggota TNI yang sedang melaksanakan tugas sebagai anggota Satgas TMMD ke-99.
“Alhamdulillah sekarang semua jadi ringan dengan kehadiran anggota TNI yang melaksanakan TMMD di dusun kami. Pembangunan mushala bisa diwujudkan  dan hampir selesai,” ujar Abubakar, warga Dusun Soridei.
Kepala Desa Karombo, Syarifudin  mengaku merasa terhormat karena Kodim 1614/ Dompu juga memilih desa setempat sebagai salah satu lokasi sasaran pelaksanaan TMMD ke-99 tahun 2017. Satgas TMMD mampu menjawab mimpi masyarakat Dusun Soridei yang sudah lama berharap berdirinya mushala di tengah mereka. Impian warga beralasan, karena lokasi masjid cukup jauh dari perkampungan warga Dusun Soridei.

"Saya salut TMMD hadir di desa kami. Alhamdulillah, berkat adanya program ini desa kami terbantu. Masyarakat sekitar  ikut membatu pengerjaannya," ujar Syarifuddin kepada Berita11.com.


TMMD ke-99 di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu termasuk di Dusun Soridei Desa Karombo memang belum selesia. Namun sejak awal, hingga pekan kedua kegiatan, Satgas TMMD sudah mampu menghadirkan sejumlah perubahan. Terutama memacu rasa kebersamaan antara warga dan TNI. Setidaknya masyarakat semakin menyadari bahwa dengan bergotong royong dan memacu semangat kebersamaan, apapun mimpi akan mampu diwujudkan termasuk merampungkan  pembangunan Mushala Baitul Subhi Nurul Amin Dusun Soridei.

“Awal-awalnya kan masyarakat di sini sudah hampir buntu memikirkan bagaimana mewujudkan perampungan mushala. Padahal awal pembangunan sudah lama, tapi alhamdulillah dengan adanya TMMD ini bisa segera rampung,” ujar Abubakar.
Pembangunan Mushala Nurul Amin sangat berarti bagi warga Dusun Soridei yang umumnya merupakan warga muslim. Mushala tak hanya akan dijadikan pusat kegiatan ibadah. Lebih dari itu, mushala juga akan dimanfaatkan pendidikan keagamaan seperti taman pendidikan Al Quran. 
Pelaksanaan TMMD ke-99 di Kecamatan Pekat khususnya di Dusun Soridei Desa Karombo juga membawa kesan menarik bagi anggota Satgas TMMD yang bertugas di dusun setempat, Pelda Toto.
Aktivitas Anggota Satgas TMMD ke-99 dan Warga di Dusun Soridei. Foto Syahrul.

Ia kagum dengan kebersamaan dan antusias warga yang ikut bergotong royong menyukseskan pembangunan mushala di Dusun Soridei. Warga rela menyisihkan waktu berhari-hari demi merampungkan target bersama membangun Mushala Baitul Subhi Nurul Amin. “Respon masyarakat di sini luar biasa. Mereka secara bergantian ikut bergotong royong. Masyarakat juga ikut memberikan ide. Itu yang luar biasa kesan yang kami tangkap di dusun ini,” ujar Pelda Toto.
Hingga dua pekan pelaksanaan TMMD di Dusun Soridei tak ada kendala yang dihadapi anggota Satgas. Progres kegiatan fisik sudah mencapai 40 persen. Kegiatan fisik juga diselaraskan dengan sejumlah program non-fisik seperti sosialisasi bahaya Narkoba, penyalahgunaan tramadol dan tentang wawasan kebangsaan. (*)

No comments