Breaking News

Nah, Bank NTB Syariah Sebut Pinjaman Koptan Jagung Rp100 Juta

Direktur Bank NTB Syariah Cabang Dompu, Syarif Hidayatullah

Dompu, Berita11.com—  Bank NTB Syariah Cabang Dompu menegaskan tidak akan mengembalikan sertifikat yang diagunkan oleh Kelompok Tani (Koptan) Jagung Usaha Bersama Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Bahkan pimpinan bank setempat mengungkapkan jumlah pinjaman Koptan tersebut sebesar Rp100 juta.

Direktur Bank NTB Syariah Cabang Dompu, Syarif Hidayatullah, menyatakan bank setempat baru akan mengembalikan sertifikat Koptan jika sudah ada putusan dari pengadilan.”Kalau item itu ada. Maka kami akan mengembalikan sertifikat tersebut," ujar Syarif,  saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (24/7/2017) siang.

Syarif mengisyaratkan, Bank NTB tidak hanya pengembalian sertifikat, jika apabila ada putusan pengadilan yang menyatakan bank setempat harus menggant kerugian nasabah yang ditimbulkan FS, oknum mantan karyawan setempat.  Maka pihaknya akan melaksanakan putusan pengadilan.


“Kalau kami mengembalikan sertifikat ini tanpa adanya putusan pengadilan. Maka kami yang akan disalahkan. Maka itu kami minta kepada nasabah agar bersabar, “ jelasnya.

Syarif menyebutkan, sesuai data pada sistem, angka kredit yang diperoleh Koptan Jagung Usaha Bersama sebanyak Rp100.000.000. dari jumlah tersebut, yang terealisasi sebesar Rp97.500.000 setelah dipotong berbagai biaya administrasi.

“Dari nilai uang tersebut ditarik (dicairkan,Red) sebesar Rp78 juta. Kemudian ada penarikan lagi pada tanggal 7/4/2015 sebesar Rp19.500.000. Dan penarikan itu atasnama kelompok itu. Sampai saat ini sisa saldo dalam tabungan (rekening) sebesar Rp25 ribu,” ungkapnya.

Mengenai pengakuan Koptan yang awalnya hanya mengajukan kredit sebesar Rp50 juta kepada Bank NTB Syariah dan terealisasi hanya Rp35 juta, Syarif mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut.  Karena data sistem menunjukkan bahwa jumlah kredit yang diajukan Koptan sebesar Rp100 juta.

Untuk itu, dia meminta kepada Koptan agar mengumpulkan bukti-bukti terkait, sehingga nantinya bisa dicocokan dengan data yang ada dalam sistem. “Kami tidak tahu apakah masalah ini adalah bagian dari tindakan korupsi yang dilakukan oknum FS atau tidak. Intinya, kami harap kelompok mengumpulkan semua bukti itu,” pintanya.

Mengenai kemungkinan Koptan menggugat Bank NTB Syariah Dompu, Syarif mengisyaratkan pihaknya siap menghadapi setiap gugatan. “Kami memaklumi keinginan para kelompok. Jadi kalau sikap mereka seperti itu,  wajar-wajar saja karena merasa dirugikan. Tapi kalau kami bisa beri saran, mending kelompok bersabar dulu sambil menunggu hasil putusan pengadilan, sebab proses ini masih berjalan,” katanya.

Syarif menambahkan, kasus dugaan korupsi yang dilakukan FS sudah lama dilaporkan ke Polres Dompu. Hanya saja, sampai saat ini kasus tersebut belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Dompu.

“Bahkan Bank NTB Syariah sudah bersurat secara resmi kepada Polres Dompu guna menanyakan kelanjutan proses kasus ini,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto S.Ik, membenarkan laporan resmi dari Bank NTB Syariah yang melaporkan dugaan korupsi yang menyeret nama FS, mantan karyawan Bank NTB Syariah Dompu. “Ya benar,  laporan mengenai itu memang ada,” ujar Jon, melalui layanan media sosial WhatshApp, Senin (24/7/2017) sore.

Jon menyebutkan, kasus dugaan korupsi ini sedang dalam proses penanganan oleh pihaknya. “Sampai saat ini kami masih menunggu hasil hitungan kerugian oleh BPKP,” jelasnya.

Menurut Jon, kalau memang Bank NTB Syariah ingin mengetahui proses penanganan terhadap kasus tersebut, silakan mendatangi langsung Polres Dompu. “Kami tentu akan bersedia menjelaskan seperti apa kelanjutan proses penanganan kasus ini. Jadi silakan Bank NTB Syariah datang ke sini (Polres Dompu),” saranya. (RUL)

No comments