Breaking News

Pengangguran di Kota Bima lebih Tinggi dari Target Nasional

Data Penduduk Usia Kerja Kota Bima. Foto US.


Kota Bima, Berita11.com— Tingkat pengangguran terbuka di Kota Bima ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan target nasional. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Diskaner) tingkat penganguran terbuka di Kota Bima 8,69 persen atau 6.758.

Kepala Disnaker Kota Bima, Drs Jufri, M.Si mengakui jumlah penangguran terbuka di Kota Bima jauh lebih tinggi dibandingkan target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat hanya 5 persen. Kendati demikian, jumlah pengangguran terbuka tersebut menurun jika dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 10,15 persen.

Berdasarkan data Disnaker yang diolah dari Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran terbuka dan tingkat pengangguran terbuka yang dirinci berdasarkan jenis kelamin yaitu tahun 2015 sebanyak 5.474 laki-laki pengangguran terbuka dan 2.330 perempuan pengangguran terbuka. Pada tahun yang sama tercatat tingkat pengangguran terbuka laki-laki sebanyak 12,52 persen dan perempuan sebanyak 7,03 persen. Sementara pada tahun 2016, pengangguran terbuka 4.924 laki-laki dan 1.833 perempuan.  Dari data tersebut, tingkat pengangguran terbuka tercatat 10,29 laki-laki dan 5,0 perempuan.

Jufri menyebut, berdasarkan data dinas setempat partisipasi angkatan kerja di Kota Bima tahun 2016 didominasi lulusan universitas sebesar 95,84 persen, diploma sebanyak 81,85 persen. Sisanya SMK, SMA, SMP dan Sekolah Dasar. Pada tahun 2015, berdasarkan kategori umur, kelompok angkatan kerja di Kota Bima didominasi usia produktif 25-29 tahun yaitu sebanyak 9.582 orang dari total 69.063 angkatan kerja.

Jufri mengungkapkan, Disnaker terus berupaya menekan angka tingkat pengangguran terbuka di Kota Bima sehingga minimal sesuai dengan target nasional. Pemerintah terus berupaya menyiapkan berbagai pelatihan keterampilan bagi masyarakat pelangguran terutama yang masih usai produktif.

Berbagai pelatihan yang disiapkan pemerintah diharapkan meningkatkan kapasitas masyarakat, baik dengan menjadi wirausaha (enterprenuer) baru atau menjadi tenaga kerja di perusahaan yang sudah berdiri.

Menurut mantan Kepala Disdukcapil Kota Bima ini, upaya penekanan pengangguran juga disinkronisasi dengan berbagai SKPD lain. Karena penanganan penangguran perlu peran multi sektor dengan konsep yang terintegrasi. “Upaya-upaya kami melalui peningkatan kapasitas, melalui pelatihan yang dilaksanakan di tempat pelatihan yang dimiliki dinas kami,” ujar Jufri. (US)


No comments