Breaking News

Setiap Lomba Gerak Jalan, Sekolah di Kota Bima Wajib Bayar Rp400 Ribu

Kegiatan Gerak Jalan Siswa di Kota Bima Tahun 2016 Lalu. Foto Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Setiap lomba gerak jalan yang digelar di Kota Bima ternyata tidak gratis. Karena panitia mewajibkan sekolah harus membayar uang pendaftaran Rp200 ribu. Jika rata-rata sekolah mengutus dua regu maka biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp400 ribu.

Menurut Kepala SDN 40 Kota Bima, Hj Siti Mariamah, S.Pd uang pendaftaran sebesar Rp200 ribu per regu terlalu memberatkan sekolah. Padahal mestinya panitia atau pemerintah dapat menggelar lomba secara gratis.

“Bisa dibayangkan jika di Kota Bima ada 100 lebih sekolah, maka yang terkumpul Rp40 juta. karena setiap sekolah pasti mengutus dua regu yaitu putra dan putri sehingga harus membayar Rp400 ribu,” ungkap Mariamah di SDN 40 Kota Bima, Kamis (27/7/2017).

Mariamah tak menampik jika uang pendaftaran sebesar Rp400 ribu memang merupakan tradisi rutin yang dibebankan panitia setiap ada lomba gerak jalan di Kota Bima. Namun mestinya kebiasan itu bisa diubah. Apalagi sekolah yang  meraih juara hanya mendapatkan piagam penghargaan. Jikapun disertai hadiah uang pembinaan jumlahnya hanya ratusan ribu. Kontras dengan total anggaran yang terkumpul lebih dari Rp40 juta.

“Itu belum termasuk madrasah atau MI yang mendaftar dan belum termasuk SMP jumlah lebih dari 40 juta. Seharusnya tidak perlu dibebankan kepada sekolah,” ujar wanita yang pernah mengantar SDN 11 Kota Bima meraih juara 3 nasional lomba sekolah sehat.

Menurutnya, jika pun alasan uang yang terkumpul puluhan juta atau mungkin ratusan juta dari biaya pendaftaran yang ditekankan kepada sekolah digunakan untuk menyewa terop dan honor panitia. Hal itu tak masuk akal, karena biaya sewa terop maupun segala urusan honor panitia untuk kegiatan sehari tak mencapai Rp40 juta. apalagi uang pendaftaran yang terkumpul lebih dari itu karena peserta lomba gerak jalan juga diikuti siswa dari madrasah dan SMP.

Sejumlah kepala sekolah lain juga mengungkapkan yang sama. Mereka harus mengeluarkan biaya pendaftaran hingga Rp400 ribu karena mengutus regu putri dan putra mengikuti lomba gerak jalan.

Lalu bagaimana respon Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) terkait sorotan tersebut? Kepala Dinas Dikbudpora Kota Bima, Drs H Alwi Yasin, M.Ap tak menampik jika uang pendaftaran gerak jalan sebesar Rp200 ribu per regu atau Rp400 ribu bagi sekolah yang mengutus dua regu.

Namun Alwi menegaskan, uang pendaftaran itu sesuai hasil kesepaktan rapat dengan panitia yang merupakan pengurus Pramuka. Kesepakatan itu juga dibahas bersama seluruh kepala sekolah.

“Termmasuk dengan kepala-kepala sekolah disepakati mereka berdasarkan hasil keputusan rapat teknis. Jadi setiap tahun uang yang ditarik dari sekolah itu dipertanggungjawabkan. Biaya aparat yang jaga keamanan, uang terop dan semua ada pertangungjawabanya. Ini lahirnya 200 ribu itu bukan saja terop, tapi juga untuk honor juri,” kata Alwi.

Menurut mantan Kepala SMKN 3 Kota Bima ini, sistem penganggaran di daerah tidak memberi ruang pengalokasian anggaran untuk kegiatan lomba seperti gerak jalan saat hari ulang tahun (HUT) RI maupun hari jadi daerah, sehingga dibutuhkan partisipasi masyarakat.

“Jadi murni dari masyarakat. Sebenarnya dana daftar yang dipakai sekolah juga itu kan dana dari BOS. Jadi sebenarnya dana dari pemerintah untuk pemerintah dan lahirnya 200 ribu bukan tiba-tiba tapi diawali rapat dan keputusan bersama,” jelas Alwi.

Mantan Kepala Bappeda Kota Bima ini menjelaskan bahwa Pramuka tidak memiliki alokasi anggaran untuk kegiatan lomba. Alokasi anggaran hanya diperuntukan untuk kegiatan nasional seperti Jamnas Pramuka, sehingga diperlukan paritipasi sekolah. (US)

No comments