Breaking News

TMMD ke-99, Masyarakat Desa Pekat Dibekali Ilmu Wawasan Kebangsaan

Komandan Koramil 1614-05/ Pekat, Lettu Ibrahim saat Menyampaikan Materi Wawasan Kebangsaan.

Dompu, Berita11.com— Meskipun pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-99 di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu segera rampung. Namun geliat berbagai program fisik dan non-fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan tetap getol dilaksanakan Satgas TMMD ke-99 Kodim 1614/ Dompu.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan seperti pertemuan membahas wawasan kebangsaan dan berbagai fenomena sosial dengan masyarakat Desa Pekat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, di kantor Pemerintah Desa Pekat, Rabu (26/7/2017) lalu.

Komandan Kodim 1614/Dompu, Letkol CZI Arief Hadiyanto S.IP, melalui Danramil 1614-05/Pekat,Lettu Inf. Ibrahim, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai konsepsi cara pandang yang dilandasi kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Masyarakat Kecamatan Pekat Tampak Antusias Mendengar Materi Penyuluhan dari Satgas TMMD.

Ibrahim mengungkapkan, wawasan Kebangsaan pada hakikatnya merupakan implementasi nilai-nilai yang bersumber dari 4 (empat) konsensus dasar, yaitu Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai itu menjadi panduan dan pedoman bagi bangsa Indonesia membangun jati diri atau karakter bangsa.

“Hal ini mengandung nilai-nilai yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang negara sebagai suatu wilayah kekuatan Negara, penduduk negara sebagai potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang menjadi motivasi dan semangat untuk melakukan hal-hal yang baik bagi kepentingan bangsa dan Negara,” katanya.

Dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, menurut dia, wawasan kebangsaan merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap warga negara sebagai proses dalam pembentukan sikap moral agar memiliki kecintaan terhadap tanah airnya dalam memelihara kesinambungan perjalanan kehidupan bangsa, serta terpeliharanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terlebih bagi bangsa Indonesia yang heterogen, karena terdiri dari berbagai suku bangsa, agama dan adat istiadat, sehingga sangat membangun kesadaran dan komitmen untuk merasa satu, yakni satu tanah air, satu bahasa dan satu bangsa.

Di tengah arus globalisasi dan proses demokrasi yang sedang berjalan saat ini, maka penguatan pemahaman nilai-nilai wawasan kebangsaan merupakan kebutuhan mutlak. Terutama bagi kelompok generasi muda yang biasanya rentan terhadap pengaruh luar yang bertentangan dengan perilaku dan budaya bangsa.

Generasi muda dalam pertumbuhan menuju kedewasaan tidak luput dari pengaruh-pengaruh akibat lingkungan, baik positif maupun negatif.  Karena itu diperlukan suatu upaya peningkatan wawasan kebangsaan dengan membangun karakter agar memiliki wawasan dan motivasi yang kuat serta memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa dan negaranya.

“Selain itu generasi muda  sebagai penerus tercapainya cita-cita bangsa dan negara  merupakan  sumber daya manusia yang potensial pada masa yang akan datang.  Sebagai sumber insani dan potensi bangsa perlu dipersiapkan untuk berprestasi dan memberikan sumbangan nyata kepada pembangunan bangsa dan negara,” katanya.
  
Diungkapkan, komitmen yang sungguh-sungguh dari segenap lapisan dan komponen bangsa secara langsung maupun tidak langsung akan menggugah semangat dan intelektualitas generasi muda sehingga mereka selalu siap menghadapi tantangan-tantangan era modern dengan segenap potensi yang ada.

Penerapan konsep wawasan kebangsaan yang baik akan dapat membentuk jati diri masyarakat Indonesia seutuhnya dalam mewujudkan cita-cita bangsa menuju pembangunan nasional, masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

“Bila pemahaman wawasan kebangsaan seluruh komponen bangsa meningkat, maka kuatlah keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI. Karena secara sadar akan muncul semangat atau dorongan hati yang kuat untuk cinta tanah air, membela dan menjaga keutuhan NKRI sesuai bidang dan tatanan, kemampuan dan kewenangan bidang masing-masing,” tandasnya.



Mengenai bela negara, sambung Ibrahim, adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.

Secara fisik, hal itu dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut, sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut.

“Bela negara juga tertuang dalam kegiatan sehari-hari bisa diimplementasikan dalam bentuk pelaksanaan yaitu ronda malam untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Bahkan lingkup yang lebih kecil lagi yaitu dengan cara menjaga keluarga  agar anak-anak bisa menuntut ilmu dan menjaga kesehatan demi meraih masa depan yang lebih baik,” paparnya.

Ibrahim menjelaskan pertahanan adalah memiliki arti  bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama. Dalam hal tersebut, rakyat sebagai kekuatan pendukung.

“Di dalam penyelenggaraan pertahanan negara, setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara sebagai pencerminan kehidupan kebangsaan yang menjamin hak-hak warga negara untuk hidup setara, adil, aman, damai dan sejahtera,” terangnya.

Terlepas dari hal itu, tambah Ibrahim, pihaknya berharap kepada masyarakat khusus warga Desa Pekat bersama-sama menjaga keutuhan, terutama dalam hidup bermasyarakat. Upaya khusus yang harus juga diwujudkan yaitu partisipasi masyarakat menjaga keamanan dan stabilitas daerah.

“Mari bersama sama membangun desa dan menciptakan kehidupan yang aman dam tentram," ajaknya sembari menutup penyampaianya.

Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat merupakan wujud dari kegiatan nonfisik jajaran Kodim 1614/Dompu-Koramil 1614/Pekat yang tertuang dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 99 Tahun 2017. Kegiatan ini dihadiri langsung masyarakat Desa Pekat, kepala desa Pekat beserta perangkat desa dan sejumlah komponen.(RUL)

No comments