Breaking News

60 Sampan akan Memeriahkan Karnaval di Teluk Bima, Anda harus Datang Saksikan!

Drs Abdul Haris. Foto US Berita11.com

Bima, Berita11.com—Sebanyak 60 sampan nelayan akan memeriahkan karnaval dalam rangka iven tahunan di Kabupaten Bima, Festival Teluk Bima Tahun 2017, Minggu (6/8/2017) pagi. Sesuai rencana, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri  dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bima juga akan menjadi salahsatu peserta karnaval sampan.

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs Abdul Haris mengatakan, berbeda dengan festival-festival Teluk Bima tahun sebelumnya. Festival Teluk Bima Tahun 2017 akan dimulai dengan karnaval sampan yang dimulai dari Dermaga Desa Bajo Kecamatan Soromandi dan akan melalui rute Nisa Mbe’e sebelum finish di Pantai Kalaki. Saat star, Bupati dan FKPD bersama peserta akan melepas balon gas di Dermaga Bajo.

“Peserta ada 60 sampan, ibu bupati dan Muspida juga jadi peserta dengan sampan khusus. Botnya kita dekor. Star sama-sama dari Dermaga Bajo sampai Kalaki. Di Kalaki nanti ada pelepasan bebek di laut sebanyak 20 ekor bebek yang akan diperebutkan masyarakat,” jelas Haris kepada Berita11.com di Dispar Kabupaten Bima, Jumat (4/8/2017).

Selain karnaval sampan nelayan dan pelepasan bebek, Festival Teluk Bima tahun 2017 juga akan dimemeriahkan pentas seni yang akan dikoordinir Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Dasar, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima. 

“Berbeda dengan tahun-tahun lalu. Pelaksanaan Festival Teluk Bima tahun ini tidak ada lomba perahu tapi panitia menggelar penarikan doorprize. Setelah sampai di Kalaki peserta akan naik ke darat dilaksanakan penarikan doorprize dan pentas seni,” katanya.

Festival Teluk Bima Tahun 2017 lebih spesial karena panitia tak hanya dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bima. Namun melibatkan pemerintah desa dan masyarakat. Bagi pemerintah, festival tahunan ini merupakan kegiatan masyarakat. Selain untuk memperluas informasi tentang potensi bahari, keindahan Teluk Bima dan Pantai Kalaki, juga dimaksudkan sebagai hiburan untuk masyarakat.

“Selain iformasi melalui media online dan cetak. Kami melibatkan banyak pihak termasuk pemerintah desa. Teman-teman di Kominfo juga mendukung publikasi itu. Ini adalah iven masyarakat,” kata Haris. (US/*)

No comments