Breaking News

71 Warga Dompu Idap Infeksi Menular Seksual, 23 Positif HIV dan 7 Derita AIDS

Kepala Instalasi Fsiotherapi RSUD Dompu, Syarifuddin. Foto Syahrul Berita11.com


Dompu, Berita11.com— Meskipun belum menjadi kota, sebagian warga Kabupaten Dompu ternyata doyan “jajan bebas”.  Terbukti 71 orang warga Bumi Nggahi Rawi Pahu menderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS), 23 orang menderita HIV dan tujuh orang positif mengidap AIDS.

Hal tersebut diakui Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu, Zulkifli, S.Sos.  Ia menyebut jumlah penderita tersebut merupakan data tahun 2016 lalu. Lalu bagaimana dengan tahun 2017? Diakui dia, grafik penderita tiga jenis penyakit mematikan itu tahun ini meningkat.

“Masalah peredaran penyakit ini kadang bisa ditemukan dan kadang tidak,” ungkap Zulkifli, kepada wartawan di Dompu, Senin (14/8/2017).

Menurut Zulkifli jumlah penderita penyakit menular seksual itu baru sebagaian yang terdeteksi. Namun populasi sesungguhnya diperkirakan lebih banyak. Karena penyakit IMS, HIV dan AIDS merupakan fenomena gunung es. Hanya sebagian yang nampak di permukaan.

Dikatakan dia, sejumlah penyakit menular tersebut terjadi karena perilaku tak normal dari masyarakat yang disebabkan sex bebas (free sex). Penyakit tersebut berpotensi menjangkiti anak kecil. “Misalnya seorang yang sudah berkeluarga berhubungan badan dengan orang yang mengindap penyakit tersebut, maka virus tersebut bisa menular ke anak-anaknya," jelasnya.

Menurut Zulkifli, berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Dompu. Salah satunya melalui upaya sosialisasi tentang bahaya HIV, AIDS dan IMS kepada masyarakat umum dan pelajar. Kalangan pemuda adalah kelompok yang rentan menjadi media pertama yang menularkan penyakit tersebut.

Upaya lain Pemkab Dompu yaitu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah, pimpinan Puskesmas dan Komisi Penangggulangan AIDS.  “Pengobatan bagi penderita AIDS kita berlakukan dengan sistem rujukan ke RSUD hingga di Mataram," katanya.

Pada bagian lain, Kepala Bagian Instalasi Fisioterapi RSUD Dompu, Syarifuddin SST.FT, juga membenarkan peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS yang ditangani RSUD setempat. Berdasarkan data rumah sakit setempat,  hingga pertengahan tahun 2017 saja jumlah penderita sudah mencapai 24 orang.

“Setelah kami lakukan penanganan untuk mengetahui positif atau tidak, akhirnya kami memastikan bahwa yang positif stadium akhir HIV AIDS berjumlah empat orang," ungkapnya.

Syafruddin, rata-rata warga Kabupaten Dompu pengidap HIV/ AIDS yang ditangani RSUD Dompu rata-rata berumur 40 tahun atau artinya sudah bekerluarga. “Rata-rata yang mengindap penyakit ini di dominasi oleh dewasa dan sudah bekeluarga," jelasnya.  (RUL)
 

No comments