Breaking News

Dikepung Limbah RPH, Warga La Rema Terusik

Rumah Potong Hewan yang Berada tak Jauh dari Pemukiman Warga di Lingkungan La Rema.


Dompu, Berita11.com— Sejumlah warga Lingkungan La Rema Kelurahan Simpasai Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu terusik. Masalahnya, lingkungan setempat dikepung limbah Rumah Potong Hewan (RPH).

Warga Lingkungan La Rema, Bambang Irwansyah mengungkapkan, bau busuk yang bersumber dari limbah RPH sudah lama mengusik warga setempat. Namun ironisnya pihak terkait termasuk legislatif tidak menindaklanjuti meskipun warga sudah menyampaikan keluhan itu.

Tak hanya bau busuk, limbah cair yang bersumber dari RPH yang dibuang melalui saluran air juga mengalir hingga pemukiman warga. Limbah yang mengusik warga merupakan tinja hewan dan darah ternak yang tertimbun di penampungan kemudian mengalir hingga pemukiman warga.

“Kotoran hewan di lokasi rumah potong hewan tersebut ditimbun di bak. Setelah sudah tertampung selama seminggu baru dilepas di saluran air hingga mengalir di tengah-tengah pemukiman masyarakat,” ungkap Bambang kepada wartawan di Dompu, Sabtu (12/8/2017).
Menurut Bambang, seluruh warga di Lingkungan La Rema cemas. Bau busuk dan limbah dari RPH yang mengalir hingga pemukiman warga dikuatirkan akan menyebabkan wabah penyakit.

“Rumah potong hewan itu sama saja dengan sengaja membunuh kami secara perlahan- lahan. Sebab sudah sekian lama kami merasakan bau busuk ini. Bahkan berkali-kali kami melakukan peneguran terhadap pegawai RPH namun tidak digubris oleh mereka,”  katanya kesal.

Warga Lingkungan La Rema lain, Syamsul Rizal juga mengaku resah kondisi bau busuk menyengat hingga pemukiman warga.  “Saat sarapan pagi saya pun sampai muntah akibat baunya seperti bangkai anjing yang terendam dalam air dan seperti itu kira-kira baunya," ungkapnya.

Kediaman Syamsul Rizal, tidak jauh dari saluran air dan limbah yang berasal dari RPH tertahan di saluran air hingga berpekan-pekan sehingga bau busuk semakin menyengat. Kondisi itu semakin parah saat musim hujan. “Saat musim kemarau seperti ini pun kami ibarat menjadi langganan abadi limbah tersebut,” ungkapnya

Berbagai upaya telah dilakukan warga La Rema. Sayang, masalah yang mereka laporkan tak menjadi isu seksi bagi anggota legislatif. Diakui Syamsul Rizal, harapan masyarakat setempat cuma satu, pemerintah memertimbangkan keberadaan RPH yang mengganggu masyarakat.

Apa RPH yang berada di tengah pemukiman warga di Lingkungan La Rema sudah memertimbangkan aspek ekologis dan dampak yang dirasakan oleh warga? Hal ini belum dijawab oleh dinas terkait. (RUL)

No comments