Breaking News

Hendak Palang Kantor Desa, Aksi Massa di Panda Dibubarkan Polisi

Koordinator Massa dan Aparat Kepolisian Bersitegang saat Pendemo Hendak Memalang Kantor Desa.


Bima, Berita11.com— Belasan pemuda dan wanita menggelar aksi di depan kantor Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Selasa (22/8/2017) pagi. Aksi massa yang hendak memalang kantor desa setempat nyaris ricuh karena dibubarkan aparat kepolisian lantaran belum mengantungi ijin.

Aksi massa terjadi ketika kegiatan sosialisasi Desa Benderang Informasi Publik di kantor Desa Panda berlangsung. Belasan menit koordinator massa, Jufrin melancarkan aksi protes terhadap pemerintah desa setempat. Tak ada satupun aparatur desa yang merespon aksi massa. Jufrin kemudian menyerukan massa memalang kantor desa.

Beberapa saat kemudian, massa berupaya merangsek masuk ke halaman kantor desa dan hendak memalang kantor desa.   Aksi tersebut kemudian dihalangi sejumlah aparat kepolisian yang sejak awal memantau aksi massa. Tak lama koordinator massa dan beberapa warga bersitegang dengan aparat menyuruh massa agar membubarkan diri.

Tak terima dengan desakan tersebut koordinator massa kemudian adu mulut dengan sejumlah polisi. Ketegangan nyaris membuat kelompok massa dan aparat adu jotos. Beruntung ada beberapa orang yang melerai. Setelah dijelaskan mekaninisme aksi yang mesti mengantungi ijin, massa pemuda dan warga akhirnya mau membubarkan diri.

Kapolsek Palibelo, IPTU Jufri yang juga hadir di lokasi berupaya menenangkan massa. Jufri kemudian menyarankan massa agar mengajukan permohonan ijin aksi kepada Polres Bima. “Bukan melarang aksi, tapi ajukan dulu ijin. Karena setiap demo itu harus ada ijin dulu. Apalagi sekarang sedang ada kegiatan di kantor desa,” katanya.

Koordinator massa, Jufri mengaku aksi mereka lakukan sebagai protes terhadap proyek jalan dua arah. Massa  protes karena sebagian tanah yang sudah dibebaskan untuk kelancaran proyek jalan negara itu justu kini memiliki SPPT.

Ia menuding masalah SPPT itu muncul karena permainan oknum aparatur desa. Hal itu yang hendak diluruskan oleh massa. “Kami mengakui belum mengantungi ijin, tapi protes kami lakukan karena ada yang tidak beres,” katanya. (US)



Tonton Video Ketegangan Antara Massa dan Polisi




No comments