Breaking News

Insiden saat Festival Teluk Bima, Seluruh Kamera Wartawan Rusak

Sejumlah Wartawan Menunjukkan Kamera Mereka yang Rusak Setelah Insiden saat Festival Teluk Bima. US

Bima, Berita11.com— Nasib naas dialami sejumlah wartawan di Bima yang meliput iven tahunan Dinas Pariwisata, Minggu (6/8/2017). Seluruh kamera, Ponsel dan asesoris milik wartawan yang meliput kegiatan tersebut rusak setelah perahu ketinting yang mereka tumpangi oleng dan nyaris terbalik. Seluruh awak media yang meliput festival tersebut tercebur ke laut.

Insiden berawal ketika sejumlah kontributor televisi nasional dan media online di Bima hendak mengambil gambar Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri yang melepas bebek yang diperebutkan peserta lomba menangkap bebek. Ketika itu, suasana teluk Bima di depan bibir Pantai Kalaki sedang dipadati puluhan perahu ketinting dan boat yang memeriahkan Festival Teluk Bima.

Sejumlah wartawan yang mengalami insiden tersebut yaitu Ikra Hardiansyah, kontributor Metro TV di Bima, Edi Irawan, kontributor MNC Group, Ghazali, pemimpin redaksi Visioner.co.id, Azhar, kontributor Net TV, Abdul Hamid, reporter Berita11.com, sejumlah staf Dispar Kabupaten Bima, dan Kepala Bappeda Kabupaten Bima, H Muzakir, M.Sc.

Seluruh kamera seperti Canon 60 D, android, iphone dan berbagai asesoris elektronik milik wartawan yang tercebur tersebur rusak setelah direndam air laut. Beberapa saat setelah tercebur di laut, sejumlah wartawan dievakuasi oleh tim SAR Bima yang kebetulan sedang mendampingi Bupati Bima yang sedang melepas bebek.

Sejumlah wartawan yang menjadi korban insiden saat Festival Teluk Bima tersebut mengaku hanya bisa pasrah melihat seluruh barang elektronik pendukung kegiatan jurnalistik mereka rusak direndam air laut. Kamera seharga puluhan juta seperti kamera shooting milik Edi Irawan seharga lebih dari Rp20 juta rusak setelah ditemukan di dasar Teluk Bima oleh warga.

“Hanya yang kita sayangkan itu boat tadi lumayan sarat. Kita sayangkan boat yang katanya panitia diperuntukan wartawan tapi banyak juga isinya dari pihak lain,” ujar Edi Irawan.

Edi mengaku belum bisa membayangkan kapan baru bisa melaksanakan aktivitas liputan. 
Karena seluruh kamera dan android miliknya rusak. 

Sementara itu, Reporter Berita11.com, Abdul Hamid mengaku android Samsung J5 miliknya dan kamera kantornya rusak. “Nggak ada mimpi apa-apa sebelumnya. Semua terjadi tiba-tiba, perahu oleng ke sebelah terus semua tercebur di laut. Nggak ada yang bisa diselamatkan karena air laut juga dalam,” katanya. (US)

No comments