Breaking News

Tak Ada Kabar Sertifikat dari Bank, Koptan Jagung Galau

Ilustrasi/ Orginal Picture Pinjaman.web.id

Dompu, Berita11.com— Hingga kini kelompok tani jagung (Koptan) Usaha Bersama Desa Bakajaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu masih lantang mendesak sertifikat yang mereka agungkan di Bank NTB Syariah Cabang Dompu.

Ketua Koptan Usaha Bersama Desa Baka Jaya, Sudarmawan Septohadi mengaku, hingga kini belum menerima kepastian soal kapan sertifikat milik Koptan akan dikembalikan oleh bank.

“Sampai saat ini Bank NTB Syariah Cabang Dompu belum pernah mengirim surat pemberitahuan secara resmi mengenai perkembangan terhadap permintaan kami mengenai sertifikat tersebut,” ujar Sudarmawan di Dompu, Sabtu (5/8/2017).

Sudarmawan menyatakan yang dilakukan bank sama saja telah merampas hak Koptan. Karena tak kunjung  mengembalikan sertifikat jaminan itu. “Ini sudah tiga berjalan. Sampai kapan kami harus menunggu?” tanyanya.

Menurutnya, tak ada lagi tempat Koptan mengadu keadilan. Padahal sertifikat itu sangat penting untuk menunjang usaha kelompok “Kami ibarat digantung oleh bank yang sampai saat ini belum juga ada kabar dan kepastian,” katanya.

Sementara itu, Direktur Bank NTB Syariah Cabang Dompu, Syarif Hidayatullah, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon gengam, mengaku belum bisa diganggu lantaran sedang sibuk melaksanakan tugas. “Ma'af pak wartawan  Saya lagi di Mataram. Lagi ada rapat,”  ujarnya.

Sebelumnya, mengenai beberapakali desak Koptan Jagung Usaha Bersama Desa Baka Jaya, Syarif menyatakan Bank NTB Syariah Cabang Dompu tak akan mengembalikan sertifikat jaminan kredit milik Koptan selama belum ada putusan dari Pengadilan Negeri Dompu yang menyatakan bahwa bank harus mengembalikan jaminan kredit atau mengganti kerugian yang dilakukan FS, mantan karyawan bank setempat terhadap klien bank.

Soal proses di pihak Kepolisian Resor Kabupaten Dompu terhadap laporan Koptan, Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto, S.Ik sudah menegaskan jika aparat di resor setempat serius menangani kasus dugaan korupsi yang dilakukan FS, mantan karyawan Bank NTB Syariah Cabang Dompu terhadap Koptan. Hanya saja aparat masih menunggu audit oleh BPKP. (RUL)

No comments