Breaking News

Warga Nangamiro Curiga soal Retribusi TWA Satonda, ini Penegasan BKSDA

Pemandangan Pulau Satonda dari Jauh. Foto RUL

Dompu, Berita11.com— Warga Nangamiro Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Irwan menyoal retribusi Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Satonda tak disetor ke kas negara. Padahal setiap tahun pendapatan negara yang bersumber dari pengelolaan TWA itu diperkirakan mencapai ratusan juta.

“Kami sebagai masyarakat wajar tahu berapa jumlah uang hasil penarikan retribusi yang mampu di kumpulkan oleh BKSDA,” ujar Irwan di Nangamiro Kabupaten Dompu, Selasa (1/8/2017) lalu.

Menurutnya, keindahan Pulau Santoda terkenal sejak dulu. Maka tak heran banyak turis yang pelesir di TWA tersebut. Mulai dari sekadar snorkeling hingga diving. bahkan beberapa warga lokal dan regional juga kerap berkunjung di Pulau Satonda. Retribusi yang ditarik dari wisatan luar negeri Rp115 ribu hingga Rp175 ribu, sedangkan wisata lokal Rp5 ribu hingga Rp7.500 per orang.

“Nah, pertanyaan saya apakah hasil restribusi yang disetor ke kas negara itu sama seperti total jumlah uang yang mampu dikumpulkan setiap bulan atau setiap tahunya.  Jangan sampai ada dugaan manipulasi data jumlah pengunjung Pulau Satonda oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Menurut dia, peluang manipulasi setoran retribusi dari TWA Pulau Satonda sangat besar karena tidak ada papan informasi tentang tarif retribusi yang dipasang di TWA tersebut. Pada sisi lain juga tidak ada perawatan fasilitas yang dilakukan BKSDA di objek wisata itu.

“Kami sebagai rakyat dan selaku warga Desa Nangamiro juga memiliki hak untuk menuntut transparansi uang rhasil retribusi tersebut,” ujar Irwan.

Sementara itu, pejabat di Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB Seksi Konservasi Wilayah Bima-Dompu, Maulana menegaskan tarif retribusi di TWA Pulau Satonda sudah sesuai ketentuan regulasi seperti Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014.

“Itu sesuai dengan ketentuan. Kalau pengunjung mancanegara untuk masuknya saja 100 ribu. Kalau hari libur sampai 150 ribu. Belum termasuk tarif untuk diving atau snorkeling,” ujar dia.

Maulana juga menegaskan bahwa setiap tarif retribusi dari seluruh pengunjung TWA Pulau Satonda tetap disetor ke kas negara. “Ya jelas itu pasti. Kalau pengunjung pegang karcisnya itu otomatis disetor ke kas negara. Kecuali kita parkir kalau kita kasi uang 2.000 itu belum tentu disetor ke kas negara,” katanya.

Dijelaskan dia, tarif retribusi masuk untuk pengunjung lokal sebesar Rp5 ribu, sedangkan khusus hari libur berlaku tarif Rp7.500 per orang. (RUL/US)

No comments