Breaking News

Buntut Masalah Ganti Rugi Lahan, sudah Dua Bulan Proyek Dam Tanju Mangkrak

PPK Proyek Dam Tanju Kabupaten Dompu, Japarussidik.


Dompu, Berita11.com— Salah satu proyek nasional Dam Taju di Desa Tanju Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu sudah lebih dari dua bulan mangkrak. Penyebabnya karena dipaksa henti oleh masyarakat lokasi tersebut.

Masyarakat Desa Tanju tak terima jika proyek Dam Tanju terus berlanjut hingga pemerintah mengganti rugi lahan mereka yang digunakan untuk proyek nasional itu.

“Gara-gara aksi itu sudah 66 hari ini aktivitas pekerjaan pembangunan Dam Tanju terhenti,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan III  Tanju dan Mila, Ir Japarussidik MT di Dompu, Jumat (8/9/2017).

Sebenarnya aksi warga menghentikan pembangunan Dam Tanju merupakan yang kesekian kali. Beberapa bulan lalu aksi serupa juga dilakukan masyarakat. “Tahun-tahun kemarin mereka melakukan aksi dengan menutut Pemda Dompu untuk mengganti ruggi lahan masyarakat seluas 55,5 hektar,”  ujar Japarussidik.

Lantaran Pemkab Dompu tak memiliki anggaran. Nilai ganti rugi sebesar Rp3,7 miliar terpaksa ditanggung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi NTB dengan sistem pembayaran secara bertahap dua kali.

“Pembayaran ganti rugi lahan itu dengan membayar dua tahap. Tahap pertama sudah dibayar pada 2016 kemarin total Rp3 miliar lebih  dan sisanya dibayar tahun 2017 ini dengan total Rp1,7 miliar,” kata Japarusiddik.

Setelah pembayaran tahap pertama, masyarakat kembali berupaya menghentikan kegiatan proyek dan menuntut pemerintah segera merealisasikan pembayaran tahap kedua ganti rugi lahan. Masyarakat juga menuntut Pemkab Dompu segera menyiapkan mereka sertifikat tanah,  cetak sawah baru, membangun infrastruktur jalan dan bersih.

“BWS hanya sifatnya membantu Pemda Dompu. Terkait pembayaran ganti rugi lahan tahap II anggaranya sudah ada. Namun kami sampai saat ini masih menunggu hasil kerja Pemda mengenai hal itu. Mengenai tuntutan lainya, itu bukan urusan kami melaikan urusan dan tanggungjawabnya pemda,” jelas Japarusiddik.

Dam Tanju satu paket proyek dengan pembangunan Dam Mila. Sesuai kontraknya, seluruh paket proyek itu harus tuntas pada akhir tahun 2018. “Karena aksi blokade tersebut semua aktivitas pekerjaan Dam Tanju menjadi terbengkalai. Mestinya, Pemda berperan aktif dan cepat dalam menyelesaikan persoalan ini karena kalau dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan aktivitas pekerjaan ini terus terhambat,” kata Japarusiddik.

Terkait polemik pembebasan lahan untuk proyek Dam Taju Kabag Tatapem Setda Kabupaten Dompu, H Yuhasmin S.Sos, belum berhasil dikonfirmasi karena tidak berada di kantor. (RUL)



No comments