Breaking News

CV Wangga Lambu ogah Patuhi Teguran DLH

Ilustrasi


Dompu, Berita11.com— Meskipun telah mendapat teguran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu, CV Wangga Lambu Dompu tetap ngotot melaksanakan aktivitas di lokasi penambangan pasir di so Hodo Dusun Tompo Desa Sori Kecamatan Pekat.

Direktur CV Wangga Lambu, Drs Muhtiti Ali Jahrudin beralibi bahwa aktivitas perusahaanya tidak menimbulkan dampak lingkungan. “Saya bisa saja menghentikan semua aktivitas. Tapi apakah DLH mau tanggung jawab kalau masyarakat dan pihak lainya yang membutuhkan pasir mengamuk,” katanya kepada Berita11.com melalui sambungan Ponsel, Jumat (8/9/2017).

Muhtiti menglaim, DLH tak pernah membina perusahaan setempat ataupun menyampaikan pengarahan. “DLH jangan hanya bisa bersurat ke saya, turun sendiri ke lokasi pertambangan itu. Saya tantang DLH untuk turun bersama dan mengecek lokasi pertambangan itu bersama saya,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap pasir di Dompu terbilang tinggi. Tambang pasir di Hodo juga digunakan untuk kebutuhan sejumlah proyek besar di Kabupaten Dompu
“Untuk diketahui kalau saya tutup aktivitas ini, gimana dengan kelanjutan pembangunan Raba Baka Kompleks dan kantor Pemda Dompu serta proyek lainya? Sementara bahan material pasir hanya diandalkan di lokasi itu,” katanya.

Muhtiti mengaku, CV Wangga Lambu tak pernah menjual pasir. Namun perusahaan hanya mendapatkan hasil sewa alat berat yang digunakan di lokasi penambangan pasir. Bahkan alat itu bukan milik perusahaan setempat, namun alat orang lain yang disewa. Hasilnya pun tak banyak, hanya Rp100 per truk yang dibagi dua bersama pemilik alat berat.

“Saya hanya mendapatkan keuntungan dari biaya alat berat itu. Nilainya pun tidak seberapa,  belum lagi saya yang harus bayar pajak,” katanya.

Dikatakannya, jumlah alat berat yang dioperasikan di lokasi penambangan pasir mulanya empat unit. Namun kini hanya tersisa satu unit yang dapat dioperasikan “Alat berat milik saya hanya ada dua. Itu pun sudah rusak, kemudian dua alat berat yang disewa itu tinggal satu yang biasa digunakan,” katanya. (RUL)

No comments