Breaking News

Dampak Musim Kemarau, Warga Dompu Terpaksa Beli Air Bersih

Dampak Musim Kemarau, Warga Terpaksa Berjalan Kaki Mengambil Air. Ilustrasi/ Foto Berita11.com

Dompu, Berita11.com— Kekeringan melanda sejumlah lokasi di Kabupaten Dompu. Setidaknya dua kecamatan yakni Dompu dan Pajo kini mengalami kekeringan. Bahkan warga terpaksa membeli air bersih dari tempat lain.

Seorang warga Desa Kareke Kecamatan Dompu, Ardiansyah, mengaku, sudah beberapa bulan ini merasakan kekeringan air bersih. Akibatnya, dirinya bersama warga lain harus menimba air dari sumur yang lokasinya jauh dari pemukiman.

“Kami warga di desa ini sangat sulit mendapatkan air bersih,” katanya di Dompu, Rabu (13/9/2017).

Dikatakannya, lantaran beberapa wilayah di Kabupaten Dompu tengah merasakan musim kemarau, banyak warga yang terpaksa membeli air bersih untuk keperluan mandi, mencuci dan konsumsi. 

“Karena tidak mampu menimba air di lokasi sumur yang jauh dari tempat tinggal. Saya melihat banyak warga yang akhirnya terpaksa membeli air bersih,” katanya.

Menurut Aridiansyah, yang namamya air bersih adalah kebutuhan hidup yang utama bagi manusia.  Untuk itu, dia berharap pemeritah menyiapkan solusi menghadapi dampak musim kemarau atau krisis air bersih.

“Mungkin bagi warga yang bisa membeli air bersih masalah kekeringan sudah menjadi hal yang lumrah terutama memasuki musim kemarau. Tapi bagi warga ekonomi lemah yang tidak mampu membeli air bersih, tentu hal ini adalah masalah yang serius,”  ujar dia.

Secara terpisah Camat Pajo H Arahim S.Sos juga mengaku sejumlah dusun dan desa yang ada di Kecamatan Pajo mengalami kekeringan air bersih saat memasuki musin kemarau saat ini.

Ia menyebut, sejumlah lokasi yang terdampak kemarau antara lain Dusun Sanggalari dan Dusun Adu Desa Jambu, Dusun Lepadi dan Permai Desa Lepadi, Dusun Mangga Dua dan Dusun Fupu Desa Ranggo dan Desa Tembalae.

“Memang belum ada dampak dari masalah ini tapi rata-rata masyarakat di beberapa lokasi desa banyak mengeluhkan masalah pasokan air bersih,” ujarnya.

Arahim berjanji akan segera melaporkan masalah itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

“Saya berharap kepada BPBD agar segera merespon potensi kekeringan air bersih ini. Minimal menyalurkan air dengan menggunakan mobil tangki ke masing-masing lokasi yang merasakan kekeringan,” harapnya. (RUL)

No comments