Breaking News

Mengintip Program Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima Mendorong Minat Baca Masyarakat

Petugas Perpustakaan Daerah Kabupaten Bima. Foto US Berita11.com


Secara nasional literasi di Indonesia memang masih rendah karena budaya baca masyarakat yang tak sebanding perkembangan teknologi.  Namun Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima memiliki seabrek program untuk mendorong budaya membaca dan menulis masyarakat. Mulai dari penyiapan fasilitas gratis, suvenir hingga kunjungan langsung sampai lereng Gunung Tambora. Catatan Fachrunnas.


Tak ada yang spesial dengan pemandangan di jalan Seokarno-Hatta Kota Bima sekitar Paruga Convention Hall dibandingkan hari-hari sebelumnya. Di belakang bangunan yang dulu dikenal sebagai Paruga Nae Bima itu berdiri beberapa bangunan mulai dari sekretariat paguyuban wartawan di Bima, Mbojo Journalist Club (MJC), Sekretariat Dewan Kesenian Kota Bima hingga kantor Gabungan Organisasi Wanita Kota Bima.

Tak jauh dari deretan itu, sebuah bangunan yang lebih besar dari kantor-kantor lain di sekitarnya menjadi bangunan pertama yang menyambut siapa saja pengendara jika melewati jalan masuk di samping Paruga Nae Convention Hall. Dari luar beberapa kendaraan terparkir rapi dan sebuah papan tertulis Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima.

Di dalam ruangan itu, tumpukan buku tertata rapi di rak-rak dan etalase. Tak jauh dari pintu utama, sebuah pembatas khusus yang diisi oleh dua petugas menjadi penanda sebagai beranda kantor. Beberapa pegawai tampak sibuk dengan tugas masing-masing.

Ternyata meskipun baru seumur jagung naik status dari kantor menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima adalah SKPD yang memiliki banyak program strategis. Bahkan setelah beberapa pekan terbentuk, DPA Kabupaten Bima meluncurkan call center/ hallo perpustakaan serta layanan keliling.


Baca juga


Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima, Basyirun, M.Pd  menyebut, selain program hallo perpustakaan atau delivery, dinas setempat juga rutin melaksanakan program perpustakaan keliling. Jangkauan yang tak hanya wilayah sekitar ibukota namun hingga desa-desa di lereng Gunung Tambora. “Target utama kita bagaimana mendorong perpustakaan kantor desa dan sekolah. Kami jalan hingga Tambora,” ujar Basyirun kepada Berita11.com di DPA Kabupaten Bima, Rabu (6/9/2017).

Menurut mantan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Dikpora Kabupaten Bima ini, sebenarnya pengembangan program Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima masih memiliki kendala terutama kantor yang masih berdiri di Kota Bima. Namun itu tak membuat pegawai dan pejabat di dinas setempat patah semangat.

“Memang kendalanya karena lokasi kantor yang masih di kota. Terpenting itu bukan fisik (kantor) tapi yang kita dorong itu apa yang ada di dalamnya berbagai programnya. Tak masalah walaupun (bangunan) kantor terbatas,” katanya.

Mendorong Peran Komunitas

Meskipun secara nasional tingkat literasi masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Namun di Kabupaten Bima masih terbilang lebih baik. Beberapa komunitas baca berdiri di tengah masyarakat. Hal itu juga didukung oleh pegiat yang terus mendorong minat baca masyarakat  menyiapkan perpustakaan sederhana secara keliling seperti yang dilakukan anggota Polsek Donggo, Bripda Rivaldi dan pengelola perpustakaan mandiri di Kecamatan Sape.

“Kita juga sudah mendorong lahirnya kelompok kita di kecamatan dan desa-desa. Kelompok-kelompok baca masyarakat sudah banyak yang berdiri sekarang. Kita berikan reward, Library Award kepada masyarkaat yang gigih memperjuangkan perpustakaan secara mandiri seperti di Sape,” katanya.

Basyirun menyebut, sedikitnya ada lima komunitas baca yang berdiri di tengah masyarakat di Kabupaten Bima. mereka gigih mendorong minat baca anak, remaja hingga masyarakat umum.  Kelompok-kelompok itu yang terus didorong oleh dinas.

Pada sisi lain Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima juga menyiapkan layanan spot perpustakaan mini di dua tempat strategis yang sering dikunjungi masyarakat yaitu di pendopo Bupati Bima dan pendopo Wakil Bupati Bima. Pertimbangannya karena dua tempat itu menjadi titik konsentrasi masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

“Banyak di sana masyarakat yang datang untuk bersilaturahmi dengan Bupati. Jadi sambil menunggu antreanya bisa sambil baca. Sebelumnya sudah kita survei,” ujar Basyirun.

Selain menyiapkan dua spot perpustakaan mini, ke depan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima mendorong setiap sentra pelayanan publik memiliki perpustakan mini. Setiap SKPD didorong agar memiliki perpustakaan mini seperti pojok baca. Untuk mendukung program itu, dinas setempat sudah melaksanakan konsultasi dengan Bagian Hukum Setda Kabupaten Bima menyiapkan Peraturan Dearah (Perda) khusus yang menekankan setiap sarana publik memiliki perpustakaan mini.

“Setiap instansi itu harus ada, kemudian di kantor-kantor kepolisian. Selama ini pemerintah desa dan sekolah yang sudah kita dorong, sentra-sentra pelayanan publik itu harus ada perpustakaan mininya. Kendalanya kita selama ini memang Perdanya. Tapi kami sudah konsultasi dengan Bagian Hukum,” kata Basyirun.

Pada masa mendatang, pengembangan layanan DPA tak hanya pada perpustakaan keliling dan call center. Namun juga menyiapkan konten yang berbeda berbasis IT. Untuk mendukung itu, dinas setempat sudah mendapatkan jalinan kerjasama dengan Coca-Cola Fundation melalui program Perpuseru.

“Antara lain faslitas ini berbasis pelayanan IT. Sekarang jamannya orang sudah jamannya memanfaatkan teknologi. Nanti ada E-Bima semua informasi tentang Bima itu ada dalam E-Bima, digital library dalam kontenya,” katanya.

Selain itu, sebut Basyirun, DPA Kabupaten Bima juga akan menyiapkan ruangan khusus anak sehingga ibu rumah tangga bisa menitipkan anak mereka untuk bermain dan membaca di perpustakaan. Selama ini layanan delivery order yang sudah dilancurkan dinas setempat sudah melayanani pembaca di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima seperti di KFC. Layanan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima tak hanya terbatas karena masalah wilayah. Bahkan banyak pengunjung di perpustakaan setempat yang berasal dari Kota Bima.


Laptop untuk Mahasiswa dan Suvenir untuk Pengunjung

Pada sisi lain, untuk mendorong angka kunjungan DPA Kabupaten Bima juga sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus di Kota Bima dan Kabupaten Bima serta tim penggerak PKK. Untuk meningkatkan minat pengunjung, dinas juga menyipkan fasilitas Wi-Fi gratis dan laptop yang bisa digunakan mahasiswa untuk mengerjakan tugas kuliah maupun skripsi.

“Kita juga sudah siapkan laptop untuk pembaca. Jadi mahasiswa yang ingin mengerjakan PR atau tugas bisa di sini, Wi-Fi gratis. Kalau mahasiswa yang sedang skripsi bebas pinjam, tinggal datang saja, duduk manis saja. Program kami dengan kampus juga kalau ada kegiatan pegabdian untuk masyarakat,” sebut Basyirun.

Selain menyiapkan pojok untuk buku-buku yang berisi tentang konten Bima di perpustakaan setempat, DPA juga akan mendorong penulis dan pengarang lokal melahirkan banyak karya. Dinas setempat siap membiayai penulis lokal sehingga konten di perpustakaan tak hanya buku dari luar daerah. Namun juga dihasilkan penulis lokal.

“Saya juga ingin mengubah perpustakaan,  bukan hanya menyiapkan buku tapi ada program lain transformasi perpustakaan dari yang biasa saja menjadi banyak kegitaan antara lain kegiatan-kegiatan itu dipusatkan di perpustakaan seperti pelatihan dan kursus. Mengelola perpustakaan  dengan baik, pelayanannya sesuai standar nasional dan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Basyirun.

Ada banyak keuntungan masyarakat jika mengunjungi Perpustakaan Kabupaten Bima. selain mengasah literasi, mahasiswa atau masyarakat yang intensitas kunjungan paling banyak akan diberikan suvernir khusus karena DPA menyiapkan perpus poin yang akan diserahkan pada saat hari ulang tahun Provinsi NTB atau setiap 17 Agustus. Pada masa mendatang dinas juga akan menyiapkan berbagai lomba. (*)

No comments