Breaking News

Pelabuhan Bima jadi Pilot di Indonesia Timur

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Pemerintah pusat melihat fungsi besar keberadaan pelabuhan Bima sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Bahkan Kementerian Perhubungan menginginkan pelabuhan Bima menjadi pilot di Indonesia Timur.

“Di sini salah satu keunggulannya lahannya subur, masyarakatnya bersemangat. Ini bisa menjadi kekuatan yang dirangkai menjadi keberhasilan pembangunan Indonesia,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi usai menyampaikan kuliah umum di kampus STKIP Taman Siswa Bima, Minggu (10/9/2017).

Meskipun hampir tak ada disperitas harga di Bima dengan daerah di wilayah Indonesia bagian barat. Menurut Budi Karya, pengembangan pelabuhan di Bima memiliki fungsi strategis untuk pengembangan potensi ekonomi. Berbagai sumber daya dan potensi seperti sapi, bawang merah, jagung dan garam dapat dikirim ke wilayah barat melalui jalur pelabuhan.

Kemenhub sendiri bekerjasama dengan Pelindo dalam rentang 30 tahun untuk pengembangan pelabuhan dan pembanguan berbagai fasilitas pendukung. “Kalau semua kabupaten di timur ini tumbuh, yang tadinya dia minus atau kurang atau lebih sedikit menjadi kekuatan ekonomi yang baru. Indonesia tumbuh masyarakatnya cerdas. Kita galakkan tidak ada perbedaan antara timur dan barat. Dari 13 strategi lintasan dari tol laut, 12 itu di Indonesia Bagian Timur,” ujar Budi Karya.

Diakui dia, salah satu pertimbangan pemerintah pusat terhadap potensi di Bima yaitu geliat perekonomian masyarakat. “Saya juga bangga punya ibu bupati yang begitu energik, punya pak rektor yang begitu cerdas. Insya Allah kerjasama antar pemerintah pusat dan daerah melalui kegiatan udara, laut dan semua stake holder. Saya pikir tak hanya mengatakan basa-basi,” kata Budi Karya.

Sementara itu, Presiden Director PT Pelindo III (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengisyaratkan Pelindo akan membangun terminal penumpang baru untuk pelabuhan Bima.

“Kalau untuk di Bima saya rasa 100 miliar tahun 2018. Kalau terminal penumpang biasanya dilakukan 14-16 bulan,” ujar Askhara kepada wartawan usai kuliah umum Menhub Budi Karya Sumadi di kampus STKIP Taman Siswa Bima.

Mengenai perluasan area pelabuhan Bima, Askhara masih menunggu kerjasama dengan Kemenhub. “Kalau penambahan dermaga kita masih masih hitung. Kita dapat apa dari KSP? Bagaimana pemerintah menghemat anggaran, dia tidak invest lagi, tapi kita yang melakukan investasi sehingga pelabuhan bisa berkembang,” katanya.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bima, M Junaidin mengatakan, sesuai rencana, pembangunan terminal penumpang baru di pelabuhan Bima ditargetkan tahun 2018.

“Dalam catatan kerjasama Bima adalah yang pertama dengan PT Pelindo yang menjadi poinya,” katanya di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Dikatakannya dalam waktu dekat tak ada perpanjangan pelabuhan Bima. Namun sesuai rencana induk,  pada masa mendatang sisi pelabuhan yang baru mencapai 50 meter diharapkan bertambah menjadi 150 meter, sementara sisi lainnya bertambah 200 meter.

Setelah pembangunan rampung, kini pengelolaan pelabuhan Bima telah diserahkan dari KSOP kepada PT Pelindo III. “Kita kerjasamakan aset yang sudah kita bangun dengan APBN seperti terminal baru. Itu yang kita serahkan terima operasinya. Sekarang dengan kebijakan baru akan diserahkan kepada PT Pelindo yang operasikan itu,” kata Junaidin. (US) 

No comments