Breaking News

Tak Punya Kartu BPJS, Puluhan Lansia di Talabiu Harapkan Bantuan Pemkab Bima

Warga Talabiu saat Mengikuti Program Pemeriksaan Murah. Foto Gafur Berita11.com


Bima, Berita11.com— Di Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima sedikitnya ada puluhan warga lanjut usia (Lansia) yang memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Umumnya mereka menderita sejumlah penyakit akut seperti rematik, hipertensi, anemia masalah hemoglobin dan gula darah.

“Harapan kami ini bisa mendapatkan juga kartu dari BPJS. Mohonlah pemerintah daerah membantu kami yang tua-tua ini. Untung saja hari ini ada pemeriksaan murah dua ribu rupiah dari Puskesmas,” ujar Hamzah Ismail, warga RT 12 Desa Talabiu di desa setempat, Selasa (5/9/2017).

Kakek 70 tahun ini mengaku tak memiliki kemampuan keuangan untuk mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS jalur mandiri. Untuk itu ia berharap Pemerintah Kabupaten Bima membantu warga Lansia seperti dia.

Harapan yang sama juga diungkapkan Mukminah, warga RT 11 Desa Talabiu. “Takutnya kalau kita yang tua begini banyak penyakit. Nggak kuat kalau bayar masuk rumah sakit. Kalau bisa dibantu kami mohon pemerintah bisa membantu,” harapnya.

Kendati demikian, puluhan Lansia yang tak memiliki kartu KIS dari BPJS Kesehatan bersyukur karena ada program pemeriksaan murah, hanya Rp2000 per orang dari Puskesmas Woha.

Petugas lapangan program Posyandu remaja dan Lansia (Remasila) Puskesmas Woha, Suryati mengungkapkan, program pemeriksaan murah diarahkan untuk warga kategori remaja dan Lansia yang memiliki kartu KIS dari BPJS.

Dikatakannya, pemeriksaan warga hanya bisa dilakukan untuk kategori penyakit tertentu seperti hipertensi karena kendala alat yang tersedia. Pemeriksaan Remasila merupakan salah satu program Puskesmas Woha yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Petugas mengelilingi desa.

“Petugas untuk pasian remaja tiga orang dan lansia tiga orang, dan setiap kunjungam di dampingi aparatur desa,” kata Suryati di Desa Talabiu.

Menurut Suryati, sebenarnya antusias masyarakat mengikuti program Remasila cukup tinggi. Apalagi masih banyak yang belum memiliki kartu KIS BPJS. Hanya saja pihak Puskesmas terkendala alat yang terbatas dan petugas lapangan.

“Selama kunjungan ke Talabiu masyarakat antusias dan menjadi kendala yakni tensi, timbangan pemeriksaan laburaturiam HB dan gula darah. Saat ini masih mengunakan alat pribadi,” katanya. (AG)

No comments