Breaking News

Bappeda Akui Sempat Tarik Pajak Setiap AktivitasTambang Pasir di Doro Ncanga

Kabid Pajak Bappenda Kabupaten Dompu, Arif Hidayatullah SE. Foto RUL


Dompu, Berita11.com— Meskipun sebagian tambang pasir di Doro Ncanga Desa Soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu diidentifikasi sebagai aktivitas liar. Ternyata Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dompu sempat menarik pajak terhadap setiap aktivitas tambang pasir di lokasi itu.

Kendati demikian, menurut Kepala Bidang Pajak Bappenda Kabupaten Dompu, Arif Hidayatullah SE penarikan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (PMBLB) di Doro Ncanga sudah dihentikan oleh Bappeda Kabupaten Dompu sejak sebulan lalu setelah menerima saran dari pihak Polres Dompu.

“Dalam rangka menindaklanjuti saran dari teman-teman penyidik, kami sudah satu bulan lebih menghentikan penarikan pajak di lokasi itu (Doro Ncanga) yang disertai dengan SK penghentian,” ujar  Arif Hidayatullah, SE kepada Berita11.com melalui sambungan Ponsel, Selasa (24/10/2017).

Dijelaskan Arif, tak hanya menghentikan penarikan terhadap PMBLB, Bappenda juga sudah menarik  petugas penarik pajak yang sebelumnya ditetapkan dalam  SK. “Personil yang ditempatkan di lokasi itu pun sudah kami tarik kembali,” katanya.

Mengenai masalah tambang pasir liar di lokasi itu, menurut Arif  Bappenda tidak tahu mengenai persoalan itu. Sebab petugas lapangan hanyamenarik pajak dari setiap pengakutan mineral bukan logam dan batuan.

“Kami tidak bisa membedakan mana pertambangan yang legal dan illegal karena selama ini kami tahunya hanya menarik pajak saja,” jelasnya.

Soal spanduk tarif pajak yang masih terpasang di lokasi pengerukan pasir di Doro Ncanga, itu hanyalah bagian dari upaya sosialisasi yang dilakukan Bappeda.

“Kami memang sengaja tidak mencabut spanduk itu. Karena sebagai bentuk sosialisasi saja,” katanya.

Arif menegaskan sudah tak ada penarikan pajak di lokasi penambagan pasir di Doro Ncanga. Kalau ada oknum-oknum yang melakukan penarikan, kata dia, itu bukan tanggung jawab Bappenda.

“Kalau ada oknum yang masih menarik pajak di lokasi itu,  yang jelas bukan petugas Bappenda,” tandasnya.

Nominal penarikan pajak di tambang pasir Doro Ncanga yaitu pasir pasang Rp3.780 per meter kubik, pasir urug Rp3.080 per meter kubik, batu krikil Rp3.780 per meter kubik, sirtu Rp3.780 per meter kubik, .batu kapur Rp3.024 per meter kubik, batu kali Rp3.780 per meter kubik dan  batu gunung Rp3.780 per meter kubik serta tanah urug Rp2.100 per meter kubik.

Dijelaskan dia, semua penarikan pajak itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Dan Retribusi Daerah. Perda Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah,Keputusan Bupati Dompou Nomor 76 Tahun 2012 Tentang Penetapan Harga Dasar Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Dompu.

“Dasar-dasar itulah sehingga Bappenda melakukan penarikan pajak. Sebelumnya mengenai hasil penarikan pajak di lokasi itu mampu terkumpul sebesar Rp2 juta sampai Rp3 juta,” sebut Arif. (RUL)

No comments