Breaking News

Curah Hujan Dipresidiksi sama seperti Tahun lalu, ini Warning Stamet BMKG Bima


BMKG Bima
Petugas Stamet BMKG Bima Mengamati Parameter Cuaca. Foto US

Bima, Berita11.com— Stasiun Meteorologi (Stamet) BMKG Sultan Muhammad Salahuddin Bima memprediksi curah hujan akhir tahun 2017 untuk wilayah Bima dan Dompu masih sama dengan tahun lalu. Siklon tropis pun berpeluang terjadi sehingga dapat membentuk cuaca ekstrim yaitu curah hujan tinggi.

Kepala Stamet BMKG Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Satria Topan Primadi, S.Si mengatakan, berdasarkan data Stamet setempat, sifat dan curah hujan masih sama seperti tahun lalu. Karena tidak ada pergeseran musim atau anomali yang terjadi.

“Sifat hujannya masih sama seperti tahun lalu. Dalam artian curah hujannya sama, kalau kita lihat tidak ada kemunduran sekitar November dan Desember,” ujar Satria di Stamet BMKG Bima, Rabu (4/10/2017).

Kendati demikian, intensitas curah hujan akan berbeda jika terjadi siklon tropis di bagian Selatan Indonesia. Seperti akhir tahun 2016 lalu, curah hujan tinggi berturut-turut 3-4 hari di wilayah Bima dipengaruhi siklon tropis yang terjadi di antara wilayah selatan meliputi Jawa Timur, Bali, NTB dan Utara Australia. Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan besar. Radius rata-ratanya mencapai 150 hingga 200 kilometer dan bersifat lokal.

“Kalau siklon tropis itu terjadi dia akan memperburuk kondisi cuaca di sekitarnya. Kalau saat musim hujan kita hujan sedang saja, tapi karena ada siklon tropis dia terjadi hujan lebat. Tapi kalau siklon tropis kita tidak bisa memprediksinya, tapi setiap tahun dilihat dari datanya untuk tahun kemarin ada dua siklon tropis, yang satunya mempengaruhi saat hujan saat banjir karena membikin hujannya tiga hari atau empat hari berturut-turut,” jelas Satria.

Menurut pria yang sebelumnya bertugas di Stamet Ngurah Rai ini, wilayah NTB termasuk Bima adalah daerah yang dominan mengalami pengaruh siklon tropis karena berdekatan dengan Utara Australia.

Satria mengingatkan masyarakat Bima dan Dompu perlu mewaspadai fenomena rutin ketka memasuki transisi musim yang diprediksi November mendatang.

“Perlu diwaspadai pada saat transisi November nanti dari musim kering. Perlu kita sangat waspadai adalah angin puting beliung. Karena di sini saat musim hujan, itu sifatnya hujannya lokal, mungkin ada awan medung di sekitar satu wilayah saja seperti Belo, itu berpeluang menimbulkan puting beliung,” kata Satria. (US)

Baca Juga :

No comments