Breaking News

Ingat, Jangan Korbankan Masa Depan Anak Demi Jagung!

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Ichtiar Yusuf SH. Foto RUL


Dompu, Berita11.com— Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, H Ichtiar Yusuf SH mengingatkan orang tua siswa agar tidak mengorbankan masa depan anak demi kepentingan di ladang jagung maupun tanaman lain.

Menurutnya, belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, anak cenderung dilibatkan orang tua membantu kegiatan di ladang maupun sawah saat musim tanam maupun panen. Padahal mestinya orang tua mendukung kegiatan pendidikan anak.

“Budaya membawa anak ketika musim panen di sawah dan ladang masih saja terjadi. Akibat dari hal-hal seperti ini membuat anak-anak meninggalkan kewajibanya menuntut ilmu,” ujar Ichtiar kepada Berita11.com di Dompu, Kamis (19/10/2017).

Dikatakannya, pelibatan anak dalam aktivitas di ladang dapat mengancam masa depan siswa. Sementara pada sisi lain pemerintah sedang gencar melaksanakan program menutaskan wajib belajar 12 tahun. Salah satunya melalui program Kegiatan Belajar Mengajar Lancar di daerah pinggiran (KBM Ladigiran).

“Item inilah yang dibahas sewaktu saya mengikuti pembelajaran di pusat selama empat bulan. Sehingga menghasilkan berbagai langkah dan upaya agar anak usia sekolah tidak dilibatkan kegiatan yang bukan dalam dunia pendidikan,” katanya.

Menurut Ichtiar,  para Kepsek dan guru memiliki peran penting memberikan pencerahan kepada para orang tua siswa agar tidak mengajak anaknya ke ladang dan sawah. Hal itu  sebagai langkah mencegah kebiasaan orang tua siswa.

“Hal ini semacam sistem pola asuh pemerintah atau negara terhadap para orang tua siswa. Sehingga anak wajib sekolah harus tetap mendapatkan pendidikan dan tidak meninggalkan kewajibanya untuk menuntut ilmu,” jelas dia.

Program penguatan pendidikan di daerah pinggiran merupakan salah satu nawa cita Presiden Jokowi dan Wapres JK.  

“Saya juga mengimbau kepada semua elemen  tidak melibatkan anak-anak usia sekolah dalam aksi-aksi unjukrasa. Karena sejatinya mereka hanya bertugas untuk mengenyam pendidikan,” pungkasnya. (RUL)



No comments