Breaking News

Kondisi Panas di Bima dan Dompu masih Normal, ini Penjelasan BMKG

Kondisi Siang Hari, Matahari Terasa Sangat Terik. Foto US


Bima, Berita11.com— Meskipun matahari sangat terik dirasakan masyarakat di Bima dan Dompu. Namun ternyata kondisi suhu saat ini masih normal. Berdasarkan hasil pencatatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi di Bima dan Dompu September lalu mencapai 34 derajat celsius.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Satria Topan Primadi, S.Si menjelaskan, meskipun suhu panas dirasakan sebagian banyak orang di Bima dan Dompu. Namun kondisinya masih normal.

“Suhu sekarang belum dikatakan ekstrim. Baru dikatakan ekstrim plus-minus dari normalnya. Kalau suhu di bulan ini sampai 40 itu baru dikatakan ekstrim, atau saat musim hujan suhu biasa 20 derajat, kalau 19 atau 18 derajat bisa dikatakan ekstrim,” kata Topan kepada Berita11.com di Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima, belum lama ini.

Dikatakannya, berdasarkan peta normal parameter cuaca. Maksimum absolut suhu di Bima Dompu  tertinggi yaitu 39 derajat celsiul. BMKG juga tidak mencatat adanya anomali musim yang ditandai el nino. Di wilayah Bima, el nino tercatat terjadi pada tahun 1997 yang ditandai kemarau sepanjang tahun, sedangkan la nina terjadi pada tahun 2010 yang ditandai hujan hampir sepanjang tahun.

“Musim kemarau, itu yang aktif badai tropisnya di utara seperti Filiphina paling sering lewat ke sini masuk ke Vietnam dan Thailand itu sudah pasti. Paling sering itu di Thailand. Kalau kita dimusim kemarau aman,” ujar Topan.

Berdasarkan peta hari tanpa hujan, sejumlah wilayah yang paling terdampak kekeringan yaitu Kecamatan Sape, Kecamatan Dongggo, Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima, Kecamatan Wawo, Rasanae Timur dan Tambora.

“Lebih dari tiga bulan tidak ada hujan sama sekali. Kalau wilayah lain Woja, Kilo Dompu, Belo dalam kurun tiga bulan masih ada hujan walaupun rintik-rintik,” katanya.

Musim kemarau, tidak adap ada perubahan atau anomali, karena di sini aktivitas. Kemaraunya, kecuali elninonya aktiv maka kemaraunya bisa lebih panjang.

Wilayah di Kabupaten Bima yang Paling Kering



Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima tentang pemetaan pendistribusian air bersih akibat kekeringan, sejumlah wilayah yang paling parah terkena dampak kekeringan yaitu meliputi Desa Doridungga di Doridungga. Tercatat sedikitnya 773 kepala keluarga dan empat titik yang paling merasakan dampak kekeringan. Wilayah lain yaitu di Dusun Ndano Ndere Desa Bajo Kecamatan Soromandi.

Selain itu, Desa Rade Kecamatan Madapangga, Desa Kombo Kecamatan Wawo, Desa Ragi dan Desa Tonggondoa Kecamatan Palibelo dan Desa Sanolo Kecamatan Bolo. (US)





No comments