Breaking News

Petugas DLH Tinjau Perusahaan Keruk Pasir CV Wangga Lambu

Petugas DLH Kabupaten Dompu Meninjau Lokasi Penambangan Pasir CV Wangga Lambu, Selasa (24/10/2017).


Dompu,Berita11.com— Setelah menerima berbagai keluhan warga dan pasca mengirim surat teguran kepada perusahaan tambang pasir CV Wangga Lambu, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu mengunjungi meninjau lokasi penambangan perusahaan setempat, Selasa (24/10/2017).

“Saya sengaja mengajak wartawan ke lokasi ini untuk bersama-sama melihat secara langsung kondisi dan aktivitas perusahaan Wangga Lambu ini,” ujar Andi, petugas DLH Kabupaten Dompu di lokasi penambangan pasir milik CV Wangga Lambu.

Andi membenarkan, CV Wangga Lambu beberapakali dikirimi surat teguran untuk menghentikan sementara aktivitas penambangan karena aktivitas perusahaan setempat sudah menimbulkan dampak lingkungan.

“Kemarin pemilik CV itu sudah kita tegur dan perintahkan untuk melakukan reklamasi lokasi sisa penambangan. Tapi alhamdulillah hal itu direspon dan sampai sekarang perusahaan sedang memasang bronjong di lokasi," jelasnya.

Lebih jauh Andi menyakinkan, bahwa DLH Kabupaten Dompu akan terus memantau aktivitas perusahaan keruk setempat hingga reklamasi tuntas. “Intinya kami akan terus awasi perkembangannya,” isyaratnya.

Sementara itu, pelaksana CV Wangga Lambu Dompu, Sahrul membenarkan bahwa sampai saat ini pihaknya tengah menyelesaikan reklamasi, yaitu membuat bronjong di area penambangan pasir.

“Iya kami memang beberapakali mendapat surat teguran dan peringatan dari DLH. Tapi kami selaku perusahaan tetap merespon dan itu terbukti saat ini kami sedang mengerjakan itu,” jelasnya.

Ditambahkan Sahrul, tak banyak aktivitas pengangkutan pasir truk di lokasi usaha CV Wangga Lambu. Sebab kata  hanya beberapa unit dump truk saja yang beroperasi di lokasi setempat, sementara truk lainya kebanyakan mengambil pasir di lokasi lain.

“Kami hanya pasang tarik per truk yang mengambil pasir di lokasi ini sebesar Rp100 ribu. Nilai itu pun tidak semuanya kami dapatkan karena kami harus membayar lagi biaya sewa alat berat,” katanya di lokasi penambangan pasir. (RUL/*)

Baca Juga :

No comments