Breaking News

Setelah Naik Status, Taman Nasional Gunung Tambora masih Diusik

Taman Nasional Gunung Tambora. Foto Ist


Dompu, Berita11.com— Meskipun Gunung Tambora sudah berstatus Taman Nasional, aktivitas perambahan masih terjadi. Bahkan sebagian petani jagung di Dompu menggarap lebih dari 200 hektar lahan dalam kawasan taman nasional itu.

Hal tersebut diakui Kasubag TU Balai Taman Nasional Tambora (BTNT), Deny Rahadi S.Sos M.Si. Belum lama ini, balai setempat melaksanakan operasi tangkap tangan terhadap empat perambah hutan di kawasan TNGT.

“Kasus ini sudah diproses secara hukum di Mapolres Dompu. Saat ini sedang dalam tahap pengumpulan keterangan saksi ahli dan lainya,” katanya kepada Berita11.com di Dompu, Jumat (6/10/2017).

Kendati sempat dikuasai oleh petani jagung, lebih dari 200 hektar lahan dalam kawasan Taman Nasional Gunung Tambora telah dibebaskan oleh tim BTNGT. Belum lama ini tim juga mengeksekusi bangunan rumah kayu di kawasan taman nasional di Doro Ncanga.

“Di  Doro Saha sudah ada bangunan rumah kayu dan lainya yang sebelumnya dibangun oleh masyarakat. Akhirnya kami pun melakukan esekusi dengan cara membokar bangunan bangunan itu,” ujar Deny.

Untuk mengantisipasi maraknya perambahan dan penguasan lahan dalam kawasan Taman Nasional Gunung Tambora, Gubernur NTB telah membentuk tim terpadu yang terdiri dari Polda NTB, Kejati, Danrem, UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kepala Balai Taman Nasional Gunung Tambora.

 “Tim terpadu beranggotakan  masyarakat, kepala desa, kepolisian, TNI, Taman Nasional Gunung Tambora, Sat Pol PP dan istansi terkait termasuk kejaksaan yang tergabung dalam tim penanganan Tambora,” kata Deny.

Deni Rahadi. Foto Syahrul Berita11.com


Selain penindakan, pasca tim terbentuk, BTNGT terus berupaya mengedukasi masyarakat sekitar lingkar kawasan agar berpatisipasi dalam mengatasi perambahan hutan dan penguasaan lahan. Meskipun pada tahap awal, masyarakat sekitar  membutuhkan waktu untuk keluar dari kawasan Taman Nasional Gunung Tambora.

“Dengan pola tim terpadu alhamdulillah cukup efektif karena semua elemen masuk dan sepakat bagaimana menyelamatkan kawasan Taman Nasional Gunung Tambora,” kata Deny.

Pada Jumat (6/10/2017) pagi tim terpadu yang terdiri dari BTNGT, TNI, Polres Dompu juga melaksanakan eksekusi terhadap 12 gubuk yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Tambora. (RUL)


No comments