Breaking News

TPA Desa Lune Ancam Budidaya Udang, Warga Ngadu ke DLH

Sesepuh Desa Mbawi Mendatangi DLH Kabupaten Dompu Menyampaikan Keluhan soal TPA, Rabu (18/10/2017). 


Dompu, Berita11.com— Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Lune Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu mengusik warga sekitar dan petani tambak termasuk dari Desa Mbawi. Keluhan itu mereka ungkapkan saat mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu, Rabu (18/10/2017) pagi.

Kepala Desa Mbawi, Sukri H Ibrahim, mengungkapkan, seluruh warga terusik karena bau tak sedap dari sampah dan limbah yang berasal dari TPA Desa Lune. Selain mengusik warga, keberadaan TPA juga mengancam kegiatan budidaya udang dan ikan milik petani.

“Semenjak ada lokasi TPA sampah di Desa Lune kami masyarakat Mbawi sangat resah dan merasa terganggu akibat bau menyengat dan limbah yang bersumber dari lokasi itu,” kata Sukri saat hearing dengan Sekertaris DLH Kabupaten Dompu, H Albuhairum, M.Si dan sejumlah pejabat di dinas setempat, Rabu pagi.

Sukri mengungkapkan, dampak lain dari keberadaan TPA juga menyebabkan petani mengalami kerugian. “Jujur saja kami juga petani tambak sangat rugi akibat adanya limbah yang ditimbulkan oleh TPA itu,” katanya.

Perwakilan masyarakat Desa Mbawi Kecamatan Dompu Julkarnaen MS,  mengatakan, banyak dampak negatif yang ditimbulkan sejak TPA dibangun Desa Lune. Salahsatunya ketika melewati jalur pembuangan sampah tersebut  bau busuk sangat menyengat.

“Tidak hanya itu, bau menyengat itu juga dibawa oleh angin hingga baunya kerap dirasakan oleh warga Desa Mbawi,” ujar Julkarnaen.

Selain bau menyengat, kekuatiran lain yaitu soal penyakit yang ditimbulkan dari TPA. Untuk itu mewakili warga Desa Mbawi, Julkarnaen berharap agar pemerintah daerah mengkaji keberadaan TPA itu. Untuk sementara DLH diharapkan menghentikan aktivitas pembuangan sampah di TPA.

“Kami berikan waktu satu minggu kepada DLH untuk segera merespon aspirasi dan keluhan warga Desa Mbawi. Kalau tidak maka kami akan bereaksi bahkan melakukan pemblokiran di lokasi TPA itu,” ancam Julkarnaen.

Soal desakan warga, Sekretaris DLH Kabupaten Dompu H Albuhairum, M.Si, berjanji akan mengakomodir semua  keluhan yang disampaikan  masyarakat Desa Mbawi.
“Insyah Allah aspirasi dan keluhan ini akan kami tindaklanjuti,” janji Albuhairum di hadapan masyarakat Desa Mbawi.

Dia mengisyaratkan DLH akan berkoordinasi dengan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dan Sekda Dompu terkait keluhan warga soal TPA itu.

“Saya belum bisa memberikan jawaban dan keputusan. Tapi insyah Allah kami akan melaporkan hal ini ke pimpinan. Jadi saya minta agar semuanya bisa bersabar,” harapnya.  
Menurut Albuhairum, TPA Desa Lune sudah dirancang dengan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

“Di lokasi itu kami telah membuat berbagai sarana dan fasilitas pendukung. Jadi yang namanya dampak negatifbagi masyarakat, menurut kami itu tidak ada. Karena sampah dan limbah di lokasi TPA itu tidak akan pernah lari keluar ke pemungkiman warga dan tempat lainya,” katanya.


Pantuan Berita11.com, sebelum mendatangi DLH Kabupaten Dompu, warga Mbawi menuju Pemkab Dompu. Tujuannya Bupati HBY, namun karena  bupati tidak berada di tempat, mereka kemudian bertemu Wakil Bupati Dompu.  Saat itu, Wabup menyarankan warga agar bertemu dengan pejabat DLH Kabupaten Dompu.(RUL)

No comments