Breaking News

Tuntut Realisasi Ganti Rugi Lahan, Warga Blokir Pintu Masuk Proyek Dam Tanju

Ilustrasi

Dompu,Berita11.com— Hingga kini persoalan ganti rugi lahan proyek Dam Rababaka Kompleks di Taju Kabupaten Dompu belum selesai. Buntut pembayaran yang tak kunjung jelas, Kamis (26/10/2017) pagi puluhan warga Desa Tanju Kecamatan Manggelewa memblokade pintu masuk proyek.

Koordinator massa, Hamid menuntut Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kantor Nusa Tenggara I Balai Wilayah dan Sungai (BWS) segera membayar sisa tanah warga yang terkena dampak proyek yaitu 860 hektar atau sekitar 40 persen dari total luas lahan masyarakat yang tergenang senilai Rp1,7 miliar.

Mewakili massa, Hamid juga menuntut pihak BWS agar masyarakat diijinkan menggarap lahan yang ada di areal pembangunan sambil menunggu proses pembayaran ganti rugi.

“Apabila kami tidak dijinkan oleh pihak Pemda atau BWS untuk menggarap lahan yang menjadi areal genangan lebih kurang 860 hektar dikuatirkan kami sebagai masyarakat akan tetap memaksa menggarap lahan dimaksud. Kami juga akan tetap melakukan pemblokiran pekerjaan pembangunan bendungan sampai adanya realisasi pembayaran,” ancamnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama,  Kepala BWS Nusa Tenggara I Asdin Julaidy menanggapi tuntutan masyarakat. Asdin menjanjikan pihak BWS tetap akan membayar sisa ganti rugi Rp1,7 miliar rupiah. Rentang waktunya 26-30 Oktober 2017. “Kami akan segera melunasi sisa pembayaran itu,” janjinya.

Mengenai permintaan pengelolaan lahan, Asdin menegaskan pihak BWS menolak zona genangan yang belum terbayarkan untuk digarap masyarakat. Karena mulai Desember 2017 BWS akan mengisi air di lahan itu.

“Kalau sekian waktu tidak diisi air, maka proses penimbunan akan rusak karena kering. Apalagi pada akhir tahun ini Presiden RI akan meresmikan pembangunan Dam Rababaka Kompleks,” katanya.

Sebelumnya, informasi yang dihimpun Berita11.com, aksi blokade pintu masuk proyek Dam Rababaka Kompleks dilakukan warga sejak Rabu (25/10/2017) lalu. Aksi massa direspon Kepala BWS Asdin, Satker Bendungan BWS Abdul Hafid, Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan III  Tanju dan Mila, Ir Japarussidik MT, Plt Camat Manggelewa Imran dan Plt Kades Tanju Ruslan.


Meski tak sampai ricuh, aksi massa dikawal ketat aparat  di bawah kendali KBO Sabhara Polres Dompu dan Polsek Manggelewa yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Manggelewa IPDA Ramli.(RUL)

No comments