Breaking News

Advokat Muda Gugat Masalah Prusda

Abdullah MH. Foto Syahrul


Dompu,Berita11.com— Pengacara Muda asal Kabupaten Dompu Abdullah SH MH, nampaknya tidak main-main menyorot persoalan yang terjadi di Perusahaan Daerah (Prusda) Kabupaten Dompu. Pendulang keadilan yang juga menjabat Ketua Yayasan Rakyat Tambora Bangkit (Yarki) ini dalam waktu tak lama lagi akan menggugat Prusda.

“Senin ini (12/11/2017) saya akan ke Mataram untuk melaporkan Prusda ke Polda NTB termasuk sekaligus akan menggugat perusahaan itu,” isyarat Abdullah SH MH di Pengadilan Negeri Dompu, Kamis (9/11/2017).

Dikatakan Abdullah, persoalan yang terjadi dalam Prusda Dompu tidak boleh dibiarkan dan perlu diungkap. Termasuk  berbagai dugaan masalah penyertaan modal yang sebelumnya diberikan oleh Pemkab Dompu.

“Intinya nurani saya terpanggil untuk mengungkap berbagai pelanggaran yang terjadi,” ungkapnya.

Menurut Abdullah, keberadaan Prusda sejatinya harus mampu memberikan keuntungan dan kontribusi bagi daerah. Namun kenyataanya sebaliknya.

“Apa gunanya diberikan pernyataan modal kalau Prusda tidak mampu mengelolanya dengan baik,” katanya.

Berangkat dari hal itu, Abdullah berharap penegak hukum nanti harus segera menyikapi dan mengusut secara tuntas terkait masalah itu.

Seperti dilansir sebelumnya, Direktur Prusda Kabupaten Dompu, Nasrun Hanif SE menyatakan siap jika digugat oleh pihak tertentu. Hanya saja menurutnya terkait masalah Prusda tak perlu digugat karena pihaknya memiliki itikad bagik menyelesaikan persoalan modal macet.

“Ini hanya urusan hutang piutang saja sebab uang prusda masih dihutang oleh pihak-pihak ketiga,” katanya.

Dikatakannya, hutang-piutang itu ada tahapanya. Posisi Prusda seperti lembaga keuangan yang berupaya menyelesaikan persoalan internal.

“Lihat saja dalam dunia perbankan kalau terjadi kredit macet tentu ada tahapan penyelesaian dan langkah salah satunya diberikan peringatan, mendatangi yang bersangkutan dan  cara lainya agar permasalahan bisa ada jalan keluarnya. Nah, itu sama dengan kondisi Prusda,” katanya. (RUL)

No comments