Breaking News

Bandel, Alat Berat Perusahaan Keruk di Pekat Akhirnya Disegel

Ilustrasi. Foto Tribunnews.com


Dompu, Berita11.com— Aktivitas pengeruk pasir di Doro Ncanga Desa Soritatanga dan Nangakara Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu akhirnya dihentikan aparat. Tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan aparat Polres Dompu menyegel sejumlah alat berat perusahaan yang beroperasi di lokasi itu, Selasa (14/11/2017) lalu.

Selain di Doro Ncanga, tim gabungan juga menyegel perusahaan tambang pasir yang berijin CV Wangga Lambu. Karena aktivitas perusahan itu merusak lingkungan.
Kepala Bidang Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Dompu, Andi Bahtiar mengatakan,  jajaranya  bersama aparat Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dompu  bersama-sama menindak perusahaan keruk itu, dengan menyegel alat berat.

“Jajaran kami dan kepolisian, kemarin sudah memberikan tindakan tegas dengan menyegel lokasi penambangan pasir di Doro Ncanga dan Nagakara. Bahkan saat itu juga langsung mengamankan kunci kontak alat berat,” ujar Andi di DLH Kabupaten Dompu, Rabu (15/11/2017).

Menurut Andi, tindakan tegas dilakukan tim gabungan DLH dan Polres Dompu karena sejumlah perusahan penambang pasir ilegal dan berijin di Pekat tidak mematuhi imbauan pemerintah.

Sebelumnya, tim DLH juga sudah meninjau aktivitas perusahan pengeruk pasir di Kecamatan Pekat dan aktivitas CV Wangga Lambu. Petugas sudah mengingatkan para perusahaan itu agar menghentikan aktivitas penambangan pasir karena pertimbangan ancaman terhadap lingkungan. Namun tak digubris sehingga membuat pemerintah harus bertindak tegas.

“Alasan kami melakukan hal ini karena perusahaan-perusahaan itu masih menjalankan aktivitas. Padahal kami sudah memperingatkan dan mengirim surat SP, tapi mereka masih saja bandel. Maka itu kami terpaksa memberikan tindakan tegas,” katanya.

"Intinya perusahaan-perusahaan itu tidak boleh melakukan aktivitas di lokasi setempat mengingat lokasi setempat sudah rusak parah," terangnya.

Dikatakan Andi, sebenarnya kewenangan DLH terhadap penanganan perusahaan keruk hanya  memberi pembinaan. Namun apabila ada perusahan yang bandel dan menjalankan aktivitas secara sepihak, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak perusahaan bandel.

“Kami akan tetap menjalankan fungsi pengawasan dan kontrol kami dalam dunia penambangan sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku. Terutama menindaklanjuti setiap informasi dan laporan mengenai penambangan liar yang disampaikan oleh masyarakat dan lembaga,” katanya. (RUL)

No comments