Breaking News

BKIPM Bima Tingkatkan Pengawasan dan Pembinaan Pembudidaya Rumput Laut

Aktivitas Masyarakat Pembudidaya Rumput Laut di Kabupaten Bima. Dok BKIPM Bima.


Bima, Berita11.com— Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk salah satu provinsi yang dijadikan sentra rumput laut nasional karena produksinya yang terus meningkat dan potensi perairan untuk budidaya rumput laut yang sangat besar.

Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, serta beberapa kabupaten lain di Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar rumput laut yang diharapkan dapat mendukung hasil produksi rumput laut nasional dalam rangka memenuhi permintaan pasar internasional.

Berdasarkan Target produksi yang dibuatoleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB pada tahun 2018 untuk Kabupaten Bima adalah 78.300 ton, Kota Bima 700 ton dan Kabupaten Dompu 33.600 ton. Tiga jenis rumput laut yang dikembangkan di daerah tersebut antara lain jenis Eucheumacottoni, Sargassum sp  dan Gracillaria sp.

Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bima (BKIPM Bima) merupakan salah satu unit pelaksana teknis Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berlokasi di Kabupaten Bima dengan wilayah kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Kota Bima.

Dalam tugas pokok dan fungsinya BKIPM Bima memiliki tugas mengawasi dan melaksanakan sertifikasi terhadap komoditi perikanan yang akan dilalulintaskan. Baik domestik maupun ekspor.

Kegiatan budidaya rumput laut sudah dilaksanakan sejak lama karena potensi perairan yang sangat mendukung untuk usaha kegiatan budidaya rumput laut. Secara umum, potensi rumput laut di Teluk Waworada Kabupaten Bima mencapai 2.000 hektar, sementara di Desa Kwangko Kabupaten Dompu sebanyak 800 hektar.

Seksi Pengawasan dan Pengendalian BKIPM Bima, Fatoni Rahman mengungkapkan bahwa Kabupaten Bima dan Dompu memiliki potensi cukup besar untuk produksi rumput laut. Untuk itu, BKIPM Bima telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan. Baik di jalur darat, laut maupun jalur udara. Pengawasan itu terutama lalulintas pengeluaran rumput laut dari wilayah Bima dan Dompu.

Harapannya, jumlah atau nilai produksi rumput laut yang telah berhasil dipasarkan dapat diketahui. Pada bagian lain, pembinaan terhadap para pembudidaya rumput laut tentang cara penanganan ikan yang baik (CPIB) dan upaya peningkatan SDM pembudidaya serta penyakit yang dapat menyerang rumput laut terus dilakukan BKIPM Bima bersama Dinas Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan tersebut berhasil meningkatkan jumlah produksi dan kualitas rumput laut yang dihasilkan. “Rumput laut yang dihasilkan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Fatoni Rahman.

Fatoni Rahman berharap kegiatan budidaya rumput laut di Bima dan Dompu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. khususnya masyarakat pesisir dan para nelayan di sekitar perairan laut Bima dan Dompu. Pada sisi lain juga diharapkan APBD masing-masing daerah.

Menurutnya, peran dan dukungan seluruh instansi pemerintah maupun sektor swasta sangat dibutuhkan oleh para pembudidya rumput laut agar terus berkembang pada masa mendatang. (US/*)


No comments