Breaking News

Disnaker: Baru 27 Perusahaan di Kota Bima yang Urus BPJS Karyawan

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bima, Drs Jufri M.Si. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Dari ratusan perusahan skala kecil, menengah dan besar di Kota Bima baru 27 persen yang sudah mendaftarkan karyawannya sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bima, Drs Jufri M.Si kepada Berita11.com di OPD setempat, Senin (21/11/2017).

Jufri menyebut, sesuai regulasi setiap badan usaha atau perusahaan harus mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun ketenagakerjaan untuk memperoleh sejumlah hak seperti jaminan kesehatan, jaminan hari tua dan sebagainya.

“Sekarang baru 27 persen (perusahaan) yang mengurus. Tahun 2018 kita akan turun ke perusahaan-perusahaan. Banyak juga perusahaan yang menunggak iuran (BPJS),” ungkap Jufri.

Dikatakan dia, Disnaker akan berkoordinasi dengan pihak BPJS untuk memastikan perusahaan menaati ketentuan pemerintah.

Selain masalah BPJS, salah satu konsen Disnaker pada tahun 2018 mendatang mengawasi implementasi ketentuan standar upah. Seperti diketahui sebelumnya, UMK Bima tahun 2017 naik menjadi Rp1,8 juta dari sebelumnya Rp1,7 juta.

“Tahun 2018 kami turun pembinaan ke perusahaan-perusahaan juga. Secara laporan yang 
diperoleh Disnaker masih di bawah standar, karena memang sekarang gaji (di perusahaan) juga tergantung kesepakatan. Tapi kita tekankan terutama perusahaan besar harus memberikan upah standar,” kata Jufri. (US)

Baca Juga :

No comments